Posted in All Of Me

Cuap-Cuap [V] – Sad :'(

Seberapa seringnya kata nasehat yang selalu ia utarakan pada kami, hal itulah yang paling kami rindukan. Hal itulah yang paling menggambarkan, sebagaimana sikap cuek dan dinginnya seorang Ayah pada anaknya, jauh tanpa kita sadari beliau sosok orang yang paling mengkhawatirkan kita, yang paling mengerti kita tanpa ia utarakan dengan seringnya.

Di balik sosok ibu yang luar biasa, sosok Ayah yang hebat tak mungkin sirna di hidupku. Ayah sosok orang yang paling bersahaja, sosok orang yang paling mengerti diriku.

Ayah selalu mengkhawatirkan anaknya dimanapun, kapanpun ia berada. Dibalik sosok ibu yang selalu mengingatkan kita untuk makan, ada Ayah yang selalu bertanya lebih dulu.

Ayah yang tak pernah mau anak gadisnya berteman dengan laki-laki pun memiliki alasan penting. Ia tak ingin anaknya terbuai dengan hirup pikuk duniawi. Pergaulan bebas yang tak senonoh.

Ayah…

Mungkin tak ada hal yang bisa kulakukan untuk membalas semua perhatian, kasih sayang, jasa dan juga rasa cinta yang kau miliki untukku.

Mungkin satu kata sayang tak bisa menggambarkan bagaimana rasa ini begitu besar pada Ayah. Namun, rasa gengsi yang begitu besar itu pula yang membuat anakmu ini enggan untuk mengungkapkannya.

Ayah…

Mungkin aku belum bisa menjadi anak gadis yang membanggakan, yang satu-satunya ayah miliki.

Maaf kan putrimu ini, yang terlalu banyak memiliki kekurangan dan banyak membuat ayah selalu marah. Membuat ayah selalu kecewa dan pusing.

Entah, apa yang terjadi pada hidupku jika ayah tak pernah hadir. Jika aku harus memilih, aku tak pernah ingin merasakan ditinggalkan atau pun meninggalkan. Karena aku tak sanggup, bahkan membayangkannya pun aku tak bisa, ayah.

Jika bisa dan Allah berkenan, aku ingin ayah yang membawa jasadku ketempat peristirahatan terakhirku.

Ayah…

Izinkan putrimu ini merasakan kebahagiaan dengan melihat senyummu yang memang aku yang menjadi alasannya. Izinkan putrimu ini membuat ayah dan ibu bahagia terlebih dahulu.

Teruntuk Ayahku tercinta..

Aku menyayangimu karena Allah~

Samarinda, 11 Februari 2017

Advertisements
Posted in Education, Uncategorized

Harapan

q6-c-wl1

“Harapan seperti api lilin kehidupan ditengah gelapnya malam. Ia menjadi imaji, pemantik terang, dan penenang sukma. Dengan harapan, semua manusia menambah keberaniannya. Dan dengan harapan pula, manusia percaya pada cita-cita. Harapan mengubah ketidakpastian menjadi peluang. Harapan juga yang menggeser paradigma sebuah ketidakmungkinan.” (Ryan Alfian Noor)

HARAPAN
-Untuk A.M. Dg. Miyala

Kerinduanpun tak terjejak
Pada gapai langkahmu
Saat basah cinta yang penuh
Tergelatak di sudut pulau
Pulau yang jauh

Dalam keresahan, kecemasan
Memang banyak kata yang tak sempat terucapkan
Banyak isyarat yang tak sempat tersampaikan

Dan harapan, ibarat
Sungai atau lautan
Yang selalu tak
Terjangkau oleh kita
Bergetar ke ujung tanpa penghabisan

Kairo, 2004

(Dikutip dari buku 200 sajak untuk penyair)

Posted in All Of Me

Cuap-Cuap [II] : Cinta Itu Kamu…

Cinta bagaikan secangkir kopi tanpa gula. Apabila ia tidak diberi sentuhan gula maka pahitlah rasanya. Namun sebaliknya apabila ia diberikan sentuhan gula maka manislah rasanya.

Hidup tanpa cinta maka terasa hampa dan hambar. Bagaikan roda yang enggan untuk dikayuh, jantung seakan berhenti untuk berdenyut dan pikiranpun tak kunjung berarah.

-Berkah Khair-

Sampai saat ini pun aku masih bertanya-tanya apa arti cinta sebenarnya. Aku tak pernah mengaggap cinta itu salah. Namun satu hal yang tak pernah ku inginkan dari cinta. Cinta hanya bisa membuat orang-orang bersedih. Jika cinta itu membahagiakan, bisakah cinta melakukan hal itu untuk selamanya?

Bisakah cinta selalu membahagiakan orang-orang bukan hanya di awal-awal saja. Namun, seterusnya? Saat sepasang kekasih mantap untuk menjalin hubungan, bisakah keduanya saling berbahagia untuk seterusnya tanpa saling menyakiti? Bisakah mereka berdua memegang janji yang telah mereka buat sendiri?

Seseorang akan bahagia dan tak merasakan sakit, jika mereka sendiri tidak saling menyakiti. Namun, apa itu juga bisa menjadi jaminan?

Kehidupan tak selamanya indah, hidup yang sebenarnya jika kita sudah merasakan apa itu bahagia, kesedihan, menangis, tertawa, marah, benci, sayang, dan sebagainya. Seseorang yang terlahir di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula hidup ini.

Mungkin hari ini kita bisa merasakan kebahagiaan, namun besok?

Kebahagiaan bukanlah hal yang kekal, kebahagiaan hanya datang saat kita bisa mengukir kebahagiaan itu sendiri.

Saat pertalian hati mulai terajut, maka kita pun juga harus bersiap akan menyisi hari dengan berbalut aneka rasa : tawa, tangis, gelish, rindu dan sebagainya. Dan berbagai rasa itu tak menuai apa-apa.

Saat pertalian harus putus di tengah perjalanannya, rasa yang tertinggal cuma pedih belaka. Bahagia hanya jadi satu kata yang dengan megah terapung dalam barisan awan yang memutih dan berdiri dengan pongahnya di kaki-kaki langit sana.

Jika memang benar cinta sesederhana seperti yang aku yakini, mestinya setiap manusia bisa mengunyah dan menelannya dalam-dalam. karena aku percaya, setiap manusia di karuniai ‘rasa’ yang hidup bersama kemegahannya.

“Aku adalah kunang-kunang.

Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang.

Dan jadilah kau senja. Karena gelap kau ada, karena gelap kau indah.

Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja.

Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi.

-Moammar Emka

Jika memang cinta adalah harapan, aku hanya bisa berucap sederhana…

“Adalah cinta yang menyinari aku.

Adalah asa yang berjalan bersamaku.

Adalah engkau yang datang bersama mereka untuk aku.

-Moammar Emka

Semestinya cinta tidak butuh apa-apa

biarkan saja ia mengalir tanpa syarat ini dan itu

tanpa harus ini dan itu…

Kepada Hatimu yang Nantinya Bukan Untukku

Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan, mungkin aku harus berhenti. Namun, kau bukanlah sebuah sesal bagiku. Kau telah berhasil menjadi bahagia yang hadir di satu cerita hidupku yang indah. Di satu titik cerita itu ada dirimu yang berada di sisiku, melukis kebahagiaan yang tak ingin ku lewatkan.

Detik, menit, jam, dan hari terus kita lewati bersama. Bersama dalam satu hubungan yang kita tahu akan berakhir. Jika kau tanya perasaan apa yang kurasakan.  Sakit. Itulah yang ku rasakan dari awal hingga hari ini. Menjadi sosok orang yang pernah bahagia bersamamu sudah cukup membuatku bahagia.

Kita adalah dua manusia biasa yang minim kuasa. Apalagi, jika urusannya soal perasaan dan cinta. Setelah sebuah pertemuan yang tak disangka-sangka, aku pun tak pernah dengan sengaja mengijinkan diriku jatuh cinta. Ah, jatuh cinta itu seperti mendapat keberuntungan – kamu menang hadiah tanpa harus repot-repot mengirim undian.

Kadang otakku tak berhenti memutar berbagai kemungkinan. Aku bertanya sejauh mana kita sanggup bertahan. Aku seperti pasien kanker yang berburu dengan waktu. Sadar diri atas keadaan, sungguh –kapanpun aku siap kehilangan.

Bukan semata-mata soal keyakinan kita yang beda, perkara cinta itu sendiri pun masih terlalu abstrak untuk diterima. Cinta bisa menawarkan dua hal yang berlawanan secara bersamaan; memanjakan dengan harapan, tapi menyiksa dengan kecemasan.

Seperti katamu, diriku terlalu drama. Hingga sampai saat ini pun aku berpikir hanya dirikulah yang merasa seperti ini. Dan seperti yang kau tahu, seorang perempuan begitu rapuh.

Entah kenapa, perempuan sepertinya terlalu ringan meneteskan air mata. Aku terlalu rapuh. Begitu mudah diombang-ambingkan perasaan, tak bisa dengan tangguh mengandalkan logika.

Untuk dirimu yang suatu saat nanti bukan untukku lagi. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik dan kebahagiaan untuk yang menjadi satu orang yang berarti di kehidupan cinta pertamaku 🙂

Posted in Coretan Khayalan

Surat Cinta Arka untuk Nayla [I]

Dear, Nayla . . .

“Cinta datang karena terbiasa”

Jika ini yang di sebut cinta, aku ingin mengakuinya sekarang.

Rasa sayangku yang mungkin belum seberapa, tapi aku ingin mengakuinya sebagai cinta.

Meski kata kak Azka, Cinta itu penuh ilusi dan hanya sebuah kata yang penuh akan delusi, aku tetap ingin mengakuinya. Mengakuinya, bahwa ini benar-benar cinta.

Perasaan yang tak ingin jauh darimu.

Perasaan ingin selalu melihat senyummu.

Perasaan ingin selalu melindungimu.

Apa ini benar-benar cinta?

Sekarang aku mengerti dan percaya…

“Cinta tak pernah tahu kemana dan pada siapa dia akan berlabuh”

Dan suatu saat nanti aku akan menggapai mu, di suatu tempat yang sangat indah.

Kembali berdiri dengan percaya diri di sampingmu…

Continue reading “Surat Cinta Arka untuk Nayla [I]”

Posted in Education

Modul Bahasa Inggris : Expression

MEMUJI BERSAYAP (EXPRESSION)

Bagaimanakah salah satu cara terbaik memulai percakapan dalam bahasa Inggris? Beri pujian! Katakan pada mereka bahwa Anda menyukai sepatu mereka, lalu bisa berlanjut membicarakan toko yang kalian suka kunjungi. Bukan hanya itu, pujian juga membuat orang senang! Bagaimanakah Anda memuji dalam bahasa Inggris? Berfokuslah pada hal positif di empat area berikut ini.

Kinerja

“You did a great job.” Penutur asli bahasa Inggris biasanya senang memberi pujian kepada orang lain atas kerja mereka yang baik. Hal ini bisa berlaku untuk pekerjaan, olahraga, sekolah, hobi – aktifitas apapun yang dilakukan seseorang dengan baik. Sebagai contoh, rekan kerja Anda melakukan presentasi dengan sangat baik, dan Anda tahu dia telah bekerja keras untuk presentasi tersebut. Anda bisa bilang, “You did a great job on the presentation.” Atau, “I liked the way you gave the presentation.” Apapun situasinya, cara termudah memuji kinerja seseorang adalah dengan menyatakan bahwa orang tersebut telah melakukannya dengan baik: “You played a great game today.” “You wrote a clear report.” “Your speech was excellent.”

Penampilan

Sangat wajar untuk memuji rambut atau pakaian seseorang. Mulai pujian tersebut dengan b>I like atau I love. Misalnya, jika seseorang baru potong rambut, Anda bisa bilang “I like your haircut.” Atau, “I love your hair today,” jika mereka menata rambutnya dengan berbeda. Anda juga bisa memberi pujian tentang pakaian mereka dengan cara yang sama: “I like your skirt.” Cara yang bagus untuk melanjutkan pembicaraan adalah dengan bertanya “Where did you get it?”

Tapi hati-hati dengan pujian tentang penampilan. Jika seseorang terlihat cantik sekali hari itu, Anda bisa memujinya dengan pernyataan umum: “You look great today!” Tapi jangan memberikan pujian mengenai tubuh seseorang. Jangan katakan “I like your nose,” kecuali Anda sudah benar-benar mengenal mereka dengan baik.

Kepemilikan

Penutur asli bahasa Inggris sering saling memuji atas barang-barang yang mereka miliki. Misalnya, jika seorang rekan kerja datang ke kantor dengan telpon selular baru, Anda dapat mengatakan, “What a cool phone!” Atau jika Anda diundang ke rumah seseorang, sebaiknya Anda memuji aspek tertentu yang Anda sukai. Anda dapat membuat pernyataan umum seperti: “You have a beautiful home.” Atau coba lebih rinci lagi: “I love this couch.”

 

Kualitas

Puji sesorang akan kualitas mereka, Anda bisa mendapatkan teman baru! Misalnya, jika Anda senang rekan Anda selalu terlihat gembira, maka katakan kepada mereka. Bilang, “You are always so happy. It makes my day better!” Pujian ini dapat digunakan untuk kualitas apapun yang Anda hargai dari seseorang. Mungkin Anda sangat menyukai rekan Anda yang sangat rapi dan teratur. Katakan, “I really appreciate how organized you are. I hope to be more organized, too.”

Giving and responding to compliments (Memberi dan menanggapi suatu pujian)

Giving complimentsComments intended response to the work of someone whose only objective was to describe or explain the work of the person. The work referred to here is the work of information, including news, stories, articles, speeches, issues, and so on.

To comment on the issue is not only the origin. Comments can only be delivered if the full information obtained from this problem. Not only that, comments can be submitted only when a logical reason to have a taste or in reason.

If seen from the way penyampainnya, comments were divided two kinds, namely verbal comments and comments in writing. Examples of written comments is often seen on the internet. On the internet media works someone who can not do comments, either orally, in writing only. Later examples of verbal commentary that is often seen is on campus. Students comment on what the faculty, students commented that the group made a presentation to the class, and so on.

How to respond to existing problems procedures. Comments made politely so as not to offend the people who commented. Feedback or comments are also presented logically and with good reason.

If the views of its kind, the kind of divided into 3 types of comments, such as:

Praise, praise is something the recognition of one’s advantage or benefit of a work. Praise is an appreciation of the worshipers who is credited for his work. Usually this is followed by a word of praise, incredible, wow, etc.

Saran, Saran is the opinion of one of the works created by someone. Provide suggestions on the proposed suggestion of someone who should be considered or reconsidered. Usually followed by the words must, must, etc.

GIVING COMPLIMENTS

            Everyone likes to hear compliments. Compliments make people feel good about themselves, and we all need that at times. Hotel guests and staff are no exceptions. Guests may give hotel staff compliments for the quality of their service, for their English ability, for their appearance in an unique uniform, or for doing something a little extra for the guest.

A hotel staff may give a guest a compliment about how they look in a newly purchased outfit, or for their patience when a problem arises, or for a beautiful new hair style after visiting a beauty parlor. Look at the expressions below that can be used when giving and responding to compliments.

Expression Of Giving Compaliment

Giving Complaiments

—That’s a very nice …(dress).

—Great job on the …(presentation).

—You look very good in … (that new hair-do).

—This dish is delicious, my compliments to the chef.

—That … (tie) looks great on you.

Responses to compliments

—How kind of you to say so.

—Thank you.

—I’m glad you like it.

—It was nothing really. (an expression of modesty and humility)

Learn the expressions used for giving compliments to others. Practice by saying them loudly.

—Your performance on the stage is amazing.

—How wonderful to listen to  your  great voice.

—How mar vellous .

—Great ! (You look great) / Great for  you.

—Terrific ! (Hey, that’s terrific !)

—Fantastic!

—Smashing.

—That’s really remarkable /well  done.

Now, learn the expressions  use for responding to compliments.

—It’s very kind of you to say so.

—Thank you.

—I can say how pleased (delighted) I am.

—I’m delighted  to hear  that.

—Thank for your compliment.

Dialogue

Staff: What a beautiful dress, Mrs. Elliot.

Guest: Thanks, I’m glad you like it.

Staff: Your new hair-do looks absolutely gorgeous, Mrs. Simpson.

Guest: How kind of you to say so.

Guest: My compliments to the chef. This linguine is superb.

Staff: Thank you ma’am. I’ll be sure to let the chef know.

Guest: Your English is very good.

Staff: Thank you very much.

Staff: Excellent game Mr. Johnson. You really gave me a workout.

Guest: Thanks, I guess all those private lessons are finally paying off.

Guest: I really appreciate all the extra work you did on helping us solve that problem. It truly went above and beyond. My compliments to your work ethic.

Staff: Thank you sir, how kind of you to say so.

CONGRATULATION

Congratulation atau ucapan selamat adalah ucapan atau ungkapan yang diberikan kepada orang yang sedang mendapatkan atau mengalami sesuatu (mendapat kebahagiaan). Dalan hal ini tidak terbatas pada mendapatkan jabatan, barang baru saja, tetapi juga termasuk saat seseorang sedang merayakan sesuatu. Ex: sedang merayakan hari besar.

Contoh ucapan selamat dalam bahasa Inggris (Congratulation):

BAHASA INGGRIS

BAHASA INDONESIA

Happy Ied day! Selamat hari raya idul fitri!
Merry Christmas! Selamat hari natal!
Happy new year ! Selamat tahun baru!
Happy feast day ! Selamat hari ramadhan!
Happy anniversary ! Selamat ulang tahun !
Happy birthday! Selamat ulang tahun !
Have a nice sleep! Selamat tidur!
Have a nice dream! Semoga mimpi indah!
Sleep tight! Selamat tidur lelap!
Have a good trip! Selamat berbahagia!
Congratulation! Selamat!
Congratulations on passing your exam! Selamat atas lulusnya ujian anda!
Congratulations on getting a scholarship! Selamat mendapat beasiswa!
Congratulations on your engagement! Selamat bertunangan!
Congratulations on your success! Selamat atas kesuksesan anda!
Congratulations on the birth of your son! Selamat atas lahirnya anak anda!
Congratulations on your promotion ! Selamat atas kenaikan pangkat anda!
Congratulations on getting a new job! Selamat mendapat kerja baru!
Congratulations to you! Saya ucapkan selamat ke[ada anda!
Congratulations on your getting title Selamat atas gelar anda!
I convey my congratulations to you! Saya ucapkan selamat kepada anda!
My heartiest congratulations to you! Ucapan selamatku yang mendalam untukmu!
Congratulations on your appointment as a main director! Selamat atas dipilihnya anda menjadi direktur utama!

 

PERHATIAN (CARE)

A.Pernikahan

Jika dua teman Anda memutuskan untuk tie the knot dan menikah, ini adalah merupakan suatu peristiwa yang berbahagia! Pastikan Anda mengucapkan “Congratulations!” bagi kedua mempelai. Baik saat Anda menghadiri pesta pernikahan atau menulis kartu ucapan, Anda dapat menambahkan, “I wish you the best of happiness in the years to come.”

B.Ulang tahun

Biasanya pada acara ini, sekadar “Happy Birthday!” saja sudah cukup. Sangat umum untuk bertanya kepada yang sedang berulang tahun apakah mereka berencana untuk merayakan ulang tahun mereka: “Are you doing anything special to celebrate?” Ingatlah dalam kebudayaan Barat, Andalah yang mengajak teman yang sedang berulang tahun bersenang-senang di luar – bukan sebaliknya. Juga, hindari menanyakan usia, sebab beberapa orang menganggapnya kurang sopan.

C.Kelahiran seorang putra/putri

Jika bundle of joy baru lahir di dunia ini, ucapkan “Congratulations!” kepada sang orang tua. Jika Anda belum tahu jenis kelamin bayi tersebut, ikuti dengan pertanyaan, “Is it a boy or a girl?” Jika mereka menunjukkan foto, pastikan untuk mengatakan, “She’s adorable!”, “He’s so cute!” atau “She takes after her mother!”

D.Menderita sakit

Jika Anda merasa sedang sakit, selalu menyenangkan untuk mendengar kata-kata tulus “How are you feeling?” Kalimat seperti “Take care of yourself”, “Get well soon!” atau “I hope you feel better soon!” juga sangat patut untuk penyakit yang tidak begitu parah. Jika situasinya lebih serius, Anda mungkin bisa berkata, “My thoughts and prayers are with you.”

E.Kehilangan

Jika seseorang yang Anda kenal mengalami kehilangan orang tercinta, mereka pasti akan mengalami kesedihan yang mendalam. Dalam suasana seperti ini, kata-kata “I’m so sorry to hear about the loss of your loved one (father/mother/brother, etc.)” sangat tepat untuk Anda ucapkan. Anda dapat menambahkan, “If there is anything I can do for you, let me know.”

 

FUTURE TENSES

Simple Future Tense atau Present Future Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau kegiatan yang akan terjadi dimasa akan datang.

Rumus dan Contoh Kalimat Simple Future Tense

Mengekspresikan kalimat Simple Future Tense yang menggunakan kata kerja (VERB)

+

Subject + WILL / SHALL + Verb 1 + Object

Subject + WILL / SHALL + NOT + Verb 1 + Object

?

WILL / SHALL + Subject + Verb 1 + Object ?

?

Question Word + WILL / SHALL + Subject + Verb 1 ?

Contoh :

+

She will go to Paris tomorrow.

She will not (won’t) go to Paris tomorrow.

?

Will she go to Paris tomorrow ?

Jawaban: Yes She will, atau She, will not (won’t)

?

When will she go to Paris?

Who will come here?

Mengekspresikan kalimat Simple Future Tense yang tidak menggunakan kata kerja (NON VERB)

+

Subject + WILL / SHALL + be + Non Verb + Object

Subject + WILL / SHALL + NOT + be + Non Verb + Object

?

WILL / SHALL + Subject + be + Non Verb + Object ?

?

Question Word + WILL/SHALL + Subject + be + Non Verb + Object ?

Contoh :

+

He will be alone tomorrow.

He will not (won’t) be alone tomorrow.

?

Will he be alone tomorrow?

Jawaban: Yes he will, atau No, she will not (won’t)

?

When will he be in Las Vegas?

Why will you be here tomorrow night?

Menggunakan “To Be Going To”

Pola kalimat verbal Simple Future Tense dapat diganti dengan kalimat yang menggunakan to be + going to untuk menggantikan shall dan will.

Rumus dan Contoh Kalimat menggunakan “To Be Going To”

+

Subject + To be + going to + Verb 1 + Object

Subject + To be + Not + going to + Verb 1 + Object

?

To be + Subject + going to + Verb 1 + Object ?

?

Question Word + To be + Subject + going to + verb 1 +?

Contoh :

+

I am going to read a newspaper tomorrow.

I am not going to read a newspaper tomorrow.

?

Are you going to read a newspaper tomorrow?

 ?

What are you going to read?

Who is going to come here tomorrow?

Untuk informasi selengkapnya, silahkan baca juga mengenai fungsi dan penggunaan Will and To Be Going To, semoga bermanfaat.

Keterangan waktu untuk Simple Future Tense yang digunakan adalah: 

tomorrow morning, tomorrow night, next week, next year and so on.

Simple Past Tense

Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi dimasa lampau. Pada simple past tense, waktu kejadian (yesterday, last two days, last year) atau periode waktunya (for two months, for a day, for an hour) dapat disebutkan secara spesifik. Adapun simple past tense juga dapat digunakan untuk membentuk if conditional tipe 2.

Rumus Simple Past Tense

Simple past tense dibentuk dari verb-2 (past tense) atau linking verb “be” (was, were). Apa itu verb-2? Verb-2 merupakan bare infinitive (bentuk dasar verb) dengan tambahan -ed-en-d-t-n, atau -ne untuk regular verb atau bentuk yang tidak konsisten pada irregular verb. [Baca juga: Regular dan Irregular Verb]

Dengan demikian rumus simple past tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif adalah sebagai berikut.

Jenis Kalimat

Rumus

Contoh Simple Past Tense
positif
(+)
S + Verb-2 (past tense)
S + be(was/were)
The teacher came
I was a stamp collector
negatif
(-)
S + did + not + bare infinitive
S + be(was/were) + not
The teacher didn’t come
I wasn’t a stamp collector
interogatif
(?)
Did + S + bare infinitive
be(was/were) + S
Did the teacher come
Was I a stamp collector

Contoh Simple Past Tense

Beberapa contoh kalimat simple past tense dengan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.

Fungsi

Contoh kalimat Simple Past Tense

Simple past tense untuk membicarakan aksi yang terjadi dengan durasi waktu tertentu di masa lampau. For (preposition) dapat digunakan untuk menyatakan periode waktu kejadian. Vina and I went to the Ragunan zoo three months ago.
(Saya dan Vina pergi Ragunan tiga bulan lalu.)
Did he come on time yesterday?
(Apakah dia datang tepat waktu kemarin?)
The party started at 10.00 a.m.
(Pesta mulai jam sepuluh pagi.)
Did you sleep enough last night?
(Apa kamu cukup tidur semalam?)
I studied civil engineering for almost 4 years.
(Saya belajar teknik sipil selama hampir 4 tahun.)
Simple past tense untuk membicarakan kebiasaan pada masa lampau. When (subordinate conjunction) biasanya digunakan pada situasi ini. I often did exercise in the gym when I lived in Bandung.
(Saya sering berlatih di gym ketika tinggal di Bandung.)
When I was a senior high school student, I always got up at 4 am to study.
(Ketika saya sma, saya selalu bangun jam 4 pagi untuk belajar.)
Untuk menunjukkan bahwa ada aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung. I was reading a journal in the library when someone burped out loud.
(Saya sedang membaca jurnal di perpustakaan ketika seseorang bersendawa keras.)
Untuk menunjukkan bahwa suatu aksi (simple past tense) langsung mengikuti aksi yang telah selesai (past perfect tense). I had already finished my breakfast when he picked me up.
(Saya telah sarapan ketika dia menjemput.)
Simple past tense digunakan pada if conditional tipe 2. If she studied hard, she would be pass.
(Jika dia belajar keras, dia akan lulus.)
I would buy a sport car if I had much money.
(Saya akan membeli mobil sport jika punya uang banyak.)

CONTOH SOAL SIMPLE  PAST TENSE

  1. I.      Change the verbs in the brackets into the correct form of Simple Past Tense!
    1. We…..in our garden yesterday. (work)
    2. I…….a cake for my mother’s birthday two days ago.(make)
    3. Yoshiko and I ……by telephone yesterday.(talk)
    4. ……the meeting…..about two hours?(last)
    5. Mrs. Jason…….her son a month ago. (visit)
    6. We both…..the movie last night.(like)
    7. …..you…..very well last night?(sleep)
    8. They…..in the lake last week.(swim)
    9. Ms. Burns……to visit us last night.(come)
    10. …..they……us about their plans for the new home?(tell)
    11. The weather was pleasant, so we…..on our front porch.(sit)
    12. I…..your hat and coat in the next room.(put)
    13. The lesson…….at 09.00 last Monday(start)
    14. I ……at home and……several email messages last night.(stay, write)
    15. He…..Angela on the street yesterday.(see)
    16. Kevin…….his lunch in the cafetaria at noon.(have, not)
    17. ……the man……a lot of water after the race?(drink)
    18. I…….John your message.(give)
    19. Mrs. Reese finally……that beautiful house.(buy)
    20. Anne……the president speech on TV last night.(hear, not)
  1. II.    Answer these questions!
    1. What did you do after school yesterday?
    2. What did you get on your birthday last year?
    3. Were you at home last night?
    4. Did you do your homework yesterday?
    5. Where did you spend your last holiday?

 

Pengertian Past Perfect Tense

Past perfect tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai pada suatu titik dimasa lalu sebelum aksi lainnya terjadi. Aksi yang telah selesai dimasa lampau itu dapat terjadi berulang kali maupun hanya sekali. Selain itu, past perfect tense juga dapat digunakan untuk membentuk if conditional tipe 3 dan reported speech.

Rumus Past Perfect Tense

Past perfect tense dibentuk dengan auxiliary verb “had”, dan past participle (verb-3). Had digunakan baik untuk singular maupun plural subject. Sedangkan past participle dapat berupa irregular maupun regular verb. Dengan demikian rumus past perfect tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif adalah sebagai berikut.

Kalimat Rumus Past Perfect Tense Contoh Past Perfect Tense
positif (+) S + had + Verb-3/past participle My brother had slept
They had come
negatif (-) S + had + not + Verb-3/past participle My brother hadn’t slept
They hadn’t come
interogatif (?) had + S + Verb-3/past participle Had my brother come
Had they come

Contoh Past Perfect Tense

Beberapa contoh kalimat past perfect tense dengan fungsi-fungsinya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

Fungsi

Contoh Kalimat Past Perfect Tense

Past perfect tense untuk mengekspresikan aksi di masa lampau yang telah selesai terjadi sebelum past event lainnya. When he came last night, the cake had run out.
(Ketika dia datang semalam, kue sudah habis.)
The student had gotten a verbal warning before his parents were called.
(Siswa tersebut telah mendapat peringatan verbal sebelum orangtuanya ditelepon.)
I had already had breakfast by the time he picked me up.
(Saya telah sarapan ketika dia menjemput.)
Prior to the proclamation, Indonesia had been colonized by Japan for 3 years.
(Sebelum proklamasi, Indonesia telah dijajah Jepang selama 3 tahun.)
Past perfect tense untuk menunjukkan seberapa sering sesuatu terjadi di masa lampau. I had read the book three times.
(Saya membaca buku itu tiga kali.)
They had met twice before married.
(Mereka bertemu dua kali sebelum menikah.)
Yulia had gone to the gym every two days until 2012.
(Yulia telah pergi ke gym setiap dua hari sampai tahun 2012.)
Past perfect tense digunakan pada reported speech setelah verbs: said, told, asked, thought, wondered. He said that he had listened carefully the instruction.
(Dia mengatakan bahwa dia telah mendengarkan instruksi dengan penuh perhatian.)
I thought he had changed to be better man.
(Saya pikir dia telah berubah menjadi pria yang lebih baik.)
Past perfect tense untuk mengekspresikan harapan/impian yang tidak kesampaian (conditional tipe 3). If he had taken a bath fast, he would have missed the train.
(Jika dia telah mandi cepat, dia tidak akan ketinggalan kereta.)
Rina would been the same level with me if she had studied harder.
(Rina akan berasa pada level yang sama dengan saya jika dia belajar lebih keras.)

Simple Future Tense

Simple future tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana. Adapun simple future tense juga dapat digunakan untuk membentuk if conditional tipe 1.

Rumus Simple Future Tense

Simple future tense dibentuk dari modal “will” atau “shall” dan bare infinitive (bentuk dasar verb) atau dibentuk dari auxiliary verb “be” (am, is, are) , present participle “going”, dan infinitive.  Apa itu infinitive? Infinitive merupakan bare infinitive yang diawali atau tanpa diawali ”to”.

Dengan demikian rumus simple future tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif adalah sebagai berikut.

Jenis Kalimat Rumus Contoh Simple Future Tense
positif
(+)
S + will + bare infinitive
S + be(am/is/are) + going + (to) bare infinitive
You will win
They are going to come
negatif
(-)
S + will + not + bare infinitive
S + be(am/is/are) + not + going + (to) bare infinitive
You won’t win
They aren’t going to come
interogatif
(?)
Will + S + bare infinitive
Be(am/is/are) + S + going + (to) bare infinitive ?
Will you win
Are they going to come

Simple Future Tense dan Present Continuous Tense

Present continuous tense (selain verb “go”) dapat juga digunakan untuk menyatakan aksi di masa depan seperti simple future tense:

I’m presenting the weekly report at today’s meeting.

Selain itu, kombinasi auxiliary will dan be+present participle juga dapat digunakan untuk menghindari nada tidak sabar (impatient) atau mendesak (insistent). Kalimat akan terdengar impatient/insistent jika hanya ada “will” (tanpa be+present participle) karena stress (penekanan) hanya terjadi pada kata tersebut.

When will you present it?

When will you be presenting it?

Contoh Simple Future Tense

Beberapa contoh kalimat simple future tense dengan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.

Fungsi Contoh kalimat Simple Future Tense
Simple future tense (will) untuk membuat keputusan secara spontan untuk melakukan sesuatu (tanpa rencana). Wait a minute. I will change my clothes.
(Tunggu sebentar. Saya akan mengganti baju.)
You look nervous. I’ll give you a glass of water.
(Kamu tampak cemas. Saya akan memberimu segelas air.)
Simple future tense (will) untuk memerediksi masa depan (tanpa rencana). The doom will not happen in 2014.
(Kiamat tidak akan terjadi pada tahun 2014.)
Which hotels do you think will offer the best service?
(Hotel yang mana yang kamu pikir akan menawarkan pelayanan terbaik?)
He’ll angry.
(Dia akan marah.)
The sandstorm will come.
(Badai pasir akan datang.)
I think he will pass.
(Saya pikir dia akan lulus.)
Present continuous tense digunakan untuk menyatakan arrangement (rencana yang sudah dipikirkan dan dibahas dengan orang lain). I’m visiting South Korea tomorrow.
(Saya akan mengunjungi Korea Selatan besok.)
She’s going to the physiotherapist next monday.
(Dia akan ke fisioterapis senin depan.)
Simple future tense dengan “going+to” untuk menyatakan intention (rencana dimasa depan yang sudah dipikirkan sebelumnya). I’m going to send this letter tomorrow.
(Saya akan mengirimkan surat ini besok.)
He is going to go to French to continue his study.
(Dia akan pergi ke Perancis untuk melanjutkan sekolahnya.)
Simple future tense digunakan untuk membentuk if conditional type 1. I will come if they invite me.
(Saya akan datang jika mereka mengundang saya.)

Pengertian Simple Past Tense

Simple past tense adalah suatu bentuk kata kerja sederhana untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi dimasa lampau. Pada simple past tense, waktu kejadian (yesterday, last two days, last year) atau periode waktunya (for two months, for a day, for an hour) dapat disebutkan secara spesifik. Adapun simple past tense juga dapat digunakan untuk membentuk if conditional tipe 2.

Simple Past Tense menggunakan jenis “TO BE 2” and “VERB 2”

TO BE 2 terdiri dari: was & were (untuk selengkapnya, lihat tabel berikut)

I

Was

You

Were

They

We

He

Was

She

It

I

Did / Didn’t

You

They

We

He

She

It

CATATAN:

DID  digunakan pada kalimat tanya.

DID NOT (DIDN’T)  digunakan pada kalimat negatif.

TO BE 2 (Was & Were) digunakan ketika suatu kalimat tidak ada unsur kata kerja (NON VERB)

VERB 2 hanya digunakan pada kalimat positif saja.

Rumus Simple Past Tense

Simple past tense dibentuk dari verb-2 (past tense) atau linking verb “be” (was, were). Apa itu verb-2? Verb-2 merupakan bare infinitive (bentuk dasar verb) dengan tambahan -ed-en-d-t-n, atau -ne untuk regular verb atau bentuk yang tidak konsisten pada irregular verb. [Baca juga: Regular dan Irregular Verb]

  • Rumus simple past tense

Rumus simple past tense ada 2, yaitu rumus simple past tense (verbal) dan (nominal);

  1. Verbal

(+) S + Verb-2 + O + adverb

(- ) S + did + not + Verb-1 + O + adverb

(?) Did + S + Verb-1 + O + adverb ?

  1. Nominal

(+) S + tobe-2 (was/ were) + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb )

(- ) S + tobe-2 (was/ were) + not + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb )

(?) Tobe-2 (was/ were) + S + Complement (adjective/ noun (pronoun)/ adverb ) ?

Contoh simple past tense verbal dan nominal;

  1. Verbal

(+) The teacher went to the school yesterday

(- ) The teacher did not go to the school yesterday

(?) Did the teacher go to the school yesterday?

Artinya;

(+) Guru itu pergi ke sekolah kemarin

(- ) Guru itu tidak pergi ke sekolah kemarin

(?) Apakah Guru itu pergi ke sekolah kemarin?

  1. Nominal

(+) He was a scholar

(- ) He was not a scholar

(+) Was He a scholar ?

Artinya;

(+) Dia (laki-laki) adalah seorang sarjana

(- ) Dia (laki-laki) adalah bukan seorang sarjana

(+) Apakah Dia (laki-laki) adalah seorang sarjana?

Note;

Was  : I, He, She, dan It.

Were : You, We, They

Time signal simple past tense

  1. Yesterday = kemarin
  2. Yesterday morning = kemarin pagi
  3. Yesterday afternoon = kemarin siang/ sore
  4. Last night = malam lalu
  5. Last sunday = hari minggu yang lalu
  6. Two days ago = 2 hari yang lalu
  7. A week ago = seminggu yang lalu
  8. In 1999 = pada tahun 1999
  9. The day before yesterday = hari sebelum kemarin, dst.

Dengan demikian rumus simple past tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif adalah sebagai berikut.

Jenis Kalimat Rumus Contoh Simple Past Tense
positif
(+)
S + Verb-2 (past tense)
S + be(was/were)
The teacher came
I was a stamp collector
negatif
(-)
S + did + not + bare infinitive
S + be(was/were) + not
The teacher didn’t come
I wasn’t a stamp collector
interogatif
(?)
Did + S + bare infinitive
be(was/were) + S
Did the teacher come
Was I a stamp collector

Contoh Simple Past Tense

Beberapa contoh kalimat simple past tense dengan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.

Fungsi Contoh kalimat Simple Past Tense
Simple past tense untuk membicarakan aksi yang terjadi dengan durasi waktu tertentu di masa lampau. For (preposition) dapat digunakan untuk menyatakan periode waktu kejadian. Vina and I went to the Ragunan zoo three months ago.
(Saya dan Vina pergi Ragunan tiga bulan lalu.)
Did he come on time yesterday?
(Apakah dia datang tepat waktu kemarin?)
The party started at 10.00 a.m.
(Pesta mulai jam sepuluh pagi.)
Did you sleep enough last night?
(Apa kamu cukup tidur semalam?)
I studied civil engineering for almost 4 years.
(Saya belajar teknik sipil selama hampir 4 tahun.)
Simple past tense untuk membicarakan kebiasaan pada masa lampau. When (subordinate conjunction) biasanya digunakan pada situasi ini. I often did exercise in the gym when I lived in Bandung.
(Saya sering berlatih di gym ketika tinggal di Bandung.)
When I was a senior high school student, I always got up at 4 am to study.
(Ketika saya sma, saya selalu bangun jam 4 pagi untuk belajar.)
Untuk menunjukkan bahwa ada aksi berdurasi pendek (simple past tense) yang terjadi ketika suatu aksi berdurasi panjang (past continuous tense) sedang berlangsung. I was reading a journal in the library when someone burped out loud.
(Saya sedang membaca jurnal di perpustakaan ketika seseorang bersendawa keras.)
Untuk menunjukkan bahwa suatu aksi (simple past tense) langsung mengikuti aksi yang telah selesai (past perfect tense). I had already finished my breakfast when he picked me up.
(Saya telah sarapan ketika dia menjemput.)
Simple past tense digunakan pada if conditional tipe 2. If she studied hard, she would be pass.
(Jika dia belajar keras, dia akan lulus.)
I would buy a sport car if I had much money.
(Saya akan membeli mobil sport jika punya uang banyak.)

Pengertian Present Perfect Tense

Present perfect tense adalah suatu bentuk kata kerja yang digunakan untuk menyatakan suatu aksi atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu atau masih berlanjut sampai sekarang.

Rumus Present Perfect Tense

Present perfect tense dibentuk dengan auxiliary verb “have” atau “has”, dan past participle (verb-3). Have digunakan untuk Iyoutheywe, sedangkan has untuk hesheit, dan orang ketiga tunggal. Sedangkan past participle dapat berupa irregular maupun regular verb.

Present Perfect Tense menggunakan jenis “TO BE 3” and “VERB 3”

TO BE 3 adalah: been (untuk selengkapnya, lihat tabel berikut)

I

Been

You

They

We

He

She

It

I

Have

You

They

We

He

She

It

Has

CATATAN:

TO BE 3 (been) digunakan ketika suatu kalimat tidak ada unsur kata kerja (NON VERB).

Untuk semua jenis kalimat, baik positif, negatif, atau kalimat tanya pada Present Perfect Tense menggunakan VERB 3.

Dengan demikian rumus present perfect tense untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif adalah sebagai berikut.

Kalimat Rumus Contoh Present Perfect Tense
positif
(+)
S + aux. verb(have/has) + V-3/past participle I have read
He has left
negatif
(-)
S + aux. verb(have/has) + not + V-3/past participle I have not read
He hasn’t left
interogatif
(?)
aux. verb(have/has) + S + V-3/past participle Have I read
Has he left

  • Rumus simple present perfect tense; 
  1. Rumus Bentuk Verbal Sentence

(+) S + HAVE/HAS + V3 + O + ADV

(- ) S + HAVE/HAS + NOT + V3 + O + ADV

(? ) HAVE/HAS + S + V3 + O + ADV?

Contoh;

(+) She has written a letter since 2 days

(- ) She has not written a letter since 2 days

(?) Has she written letter since 2 days?

  1. Rumus Bentuk Nominal Sentence

(+) S + HAVE/HAS + BEEN + COMPLEMENT (ANA)

(+) S + HAVE/HAS + NOT + BEEN + COMPLEMENT (ANA)

(+) HAVE/HAS + S + BEEN + COMPLEMENT (ANA) ?

Contohnya;

(+) They have been here for two hours

(+) They have not been here for two hours

(+) Have they been here for two hours

 

  • Fungsi Present Perfect Tense

Menyatakan suatu kegiatan yang baru saja terjadi hingga hasilnya atau akibatnya dari tindakan tersebut masih dapat dilihat hingga saat dibicarakan, contohnya:

She has written a letter.

Artinya: dia sudah menulis surat.

Menyatakan suatu kegiatan yang telah selesai pada saat yang tidak tertentu diwaktu lampau, tetapi waktu terjadi peristiwa tersebut tidak dipentingkan. Yang paling penting adalah hasil dari perbuatannya sekarang, contohnya:

She has locked the door, and now we can’t open it.

Artinya: dia sudah mengunci pintu, dan sekarang kita tidak dapat membuka pintunya.

Menyatakan suatu kegiatan yang telah terjadi tetapi waktu terjadinya persitiwa tersebut belum selesai, contohnya:

I have written this letter this week.

Artinya: Saya sudah menulis surat ini pada minggu ini (tidak tepat kapan hari/jam pebuatannya).

Menyatakan suatu kegiatan ulangan yang tidak tertentu sebelum sekarang. Pada umunya bentuk kalimat ini sering diikuti oleh before, ever, already, never, yet, contohnya:

I have heard this before.

Artinya: saya sudah mendengar ini sebelumnya.

Menyatakan suatu kegiatan yang telah terjadi di masa lampau dan masih terjadi pada saat sekarang dan akan datang, contohnya:

I have been here since yesterday.

Artinya: saya sudah di sini sejak kemarin (dan sampai sekarang masih tetap disini/ di lokasi yg sama).

Menunjukkan suatu kegiatan yang selesai dalam waktu singkat. Pada umumnya digunakan kata-kata at last, finally, just, contohnya:

I have just met him.

Artinya: saya sudah (baru saja) bertemu dia.

Keterangan waktu untuk Present Perfect Tense  yang digunakan adalah:

since yesterday, since two days ago, since last week, for three days, for three weeks, and so on.

Time Signal of present perfect tense;

  • Once = satu kali
  • Twice = dua kali
  • Three times = tiga kali
  • Many times = banyak kali
  • Several times = beberapa kali
  • This week = minggu ini
  • Already = sudah
  • Just = baru saja
  • Not yet = belum
  • As yet = sampai sekarang
  • So far = hingga sekarang
  • Up to the present time = hingga sekarang
  • Lately = akhir-akhir ini
  • Lecently = baru-baru ini

DESCRIPTIVE TEXT

Pengertian

Descriptive Text merupakan jenis teks yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dalam menggambarkan benda, tempat, manusia, hewan dan lain sebagainya. Descriptive Text adalah sebuah teks bahasa Inggris untuk mengggmbarkan seperti apa benda atau mahluk hidup yang kita deskripsikan, baik secara kenampakan, bau, suara, atau tekstur dari benda atau makhluk hidup tersebut.

Tujuan Komunikatif Descriptive Text

Tujan Komunikatif dari Descriptive Text adalah untuk menggambarkan dan mengungkapkan ciri-ciri dari benda, tempat, atau mahluk tertentu secara umum, tenpa adanya riset atau peneilitan secara mendalam dan menyuluruh.

 Generic Structure

Di setiap Descriptive Text terdapat dua bagian yang menjadi ciri dari Descriptive Text itu sendiri. Kedua bagian tersebut adalah:

  • Identification 
    Idnetification adalah bagian dari Descriptive Text yang berisi tentang topik atau “apa” yang akan digambarkan atau dideskripsikan.
  • Description 
    Description adalah bagian terakhir dari Descriptive Text yang berisi tentang pembahasan atau penggambaran tentang topik atau “apa” yang ada di Identification mengenai kenampakan fisik, kualitas, perilaku umum maupun sifat-sifatnya.

Ciri Kebahasan Descriptive Text

  • Descriptive Text menggunakan Present Tense, misalnya: go, eat, fly, etc.
  • Descriptive Text menggunakan berbagaimacam Adjectives (kata sifat) yang bersifat Describing (mengambarkan), Numbering (Menomerkan), dan Classifying (mengklasifikasikan), misalnya: two strong legs, sharp white fangs, etc.
  • Descriptive Text menggunakan Relating Verbs untuk memberikan informasi tentang subjek, misalnya: my mum is realy cool, it has very thick fur, etc.
  • Descriptive Text menggunakan Thinking Verbs (kata kerja berfikir, seperti belive, think, etc.) dan Feeling Verbs (kata kerja perasa, seperti feel)untuk mengungkapkan pandangan pribadi penulis tentang subjek, misalnya: police believe the suspect is armed, I think it is a clever animal, etc.
  • Descriptive Text juga menggunakan Adverbs (kata keterangan) untuk memberikan informasi tambahan mengenai perilaku atau sifat (Adjective) yang dijelaskan, misalnya: it is extremely high, it runs definitely past, etc.

Contoh Descriptive Text:

MOTHER

My mother is a beautiful person. She is not tall but not short, and she has curly hair and brown. Her eyes color are like honey and her color skin color light brown, and she has a beautiful smile. Her weight likes 120 lbs.

She is a very kind person. She is very lovely, friendly, patient, and she loves to help people. I love my mom, because she is a good example to me. She loves being in the Church, and she loves sing and dance too.

She is a very good child, wife and mother. She always takes care of her family. She likes her house to be clean and organized. She a very organized person, and all things in the house are in the right place. She doesn’t like messes.

She always has a smile on her face. She is so sweet and lovely. I like when I am going to sleep or went I wake up or when I am going to go to some places, she always give me a kiss, and when the family have a problem she always be with us to helps us and to give us all her love.

PANDA

Have you ever wathc the cartoon movie “Kung fu Panda“?  But the Panda that would be described below is not the Panda who can do Kung fu like in that movie. Pada is the icon of the Chinese country becasue its unik. Here are the desciption about Panda.

Giant pandas are bear-like in shape with striking black and white markings. The “Giant” Pandas are hardly “Giants”. It would take about forty (40) giant pandas to weigh as much as one elephant. Adult giant pandas have a length of 160 to 180 centimeters (5 1/4 to 6 feet). The weight of an adult male giant panda is normally between 80 and 125 kilograms (176 and 276 pounds) with males typically weighing about 10% to 20% more than females — about the same size as theAmerican black bear. However, unlike the black bear, giant pandas do not hibernate and cannot walk on their hind legs.Giant panda bears have a massive head, heavy body, short tail (approximately 5 inches), rounded ears and plantigrade feet (i.e., both heel and toe make contact with the ground when walking in a manner similar to humans).

The throat of the giant panda has an esophagus with a tough, horny lining to protect the bear from injury by bamboo splinters. The stomach is similarly protected with its thick muscular wall linings.Giant pandas have forepaws which are extremely flexible. They have an enlarged wrist bone (the radial sesamoid) that works in the manner of an opposable thumb. This highly functional thumb allows the panda to manipulate bamboo stems and leaves, with dexterity and precision. The hind feet of the giant panda lacks the heel pad found in the other seven bear species.

The basic fur color of the giant panda is white with black eye patches, ears, legs, feet, chest, and shoulders. White areas are different shades of white from pure white to orangish or a light brown. Within its natural environment (the deep forest and, at upper elevations, snow androck), its mottled coloringprovides camouflage. There is also speculation that its striking color pattern may be a clear message to other pandas to stay away since the giant panda is an extremely solitary animal.The fur of the giant panda is thick and coarse. It consists of a coarse outer layer and a very dense, wooly-like underfur. To the touch, the fur feels oily. This oily protective coating helps protects pandas from the cool and damp climate in which the bear lives.

Giant pandas generally move in a slow, determined manner. When startled, they will move at a slow trot to escape danger. Giant pandas, with their sharp claws, are capable of climbing trees very easily. Giant panda cubs are born weighing 3 to 5 ounces or about 4-5 grams each (1/900th of the mother’s weight) The cubs are born blind and hairless. At about 10 days the skin where the black hair will eventually grow turns gray.

ANNOUNCEMENT

Pengertian Announcement

Announcement berasal dari kata announce; dalam bahasa Inggris kata kerja announce bermakna “make a formal public declaration about a fact, occurrence, or intention. Jadi bisa dikatakan “announcement” bermakna pemberitahuan fakta, kejadian atau niat, baik tertulis atau terucap yang disampaikan kepada publik.

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat beberapa contoh announcement text berikut ini :

Contoh Announcement – Pengumuman Lomba Sekolah

English Speech Contest

For all students of SMAN Englishindo, we announce English Speech Contest..

Time : Saturday, 22 March 2012

Place : Hall of SMAN Englishindo

Each class should register at least one student with one of these following topics :

  • The Advantage of Learning English
  • The Difficulties of Learning English
  • The Effective Ways of Learning English

For further information, visit the committee of this English Speech Contest in ENGLISHINDO.COM

Contoh Announcement – Pengumuman Beasiswa

SMAN Englishindo gives a scholarship for 100 students of Junior High School. The following requirements should be noticed :

– High interest in English and Maths

– Certified for IT course, including Office, Photoshop, Coreldraw, Autocad.

It is also allowed for Headmaster of the school to give recommendation letter to make the grantee accepted.

For further details, visit our blogsite at Englishindo.com

Contoh Announcement – Pengumuman Reuni Sekolah

SMAN Englishindo will be having a Grand Alumni Homecoming on December 7, 2012 at 2:00 pm at Gajah Mungkur Hotel and Restaurant as the celebration of 10th Foundation Anniversary of SMAN Englishindo.

On this regard, we are cordially inviting you to attend the said affair to meet your old friends, classmates, acquaintances and teachers, reminiscing memorable experiences and sharing stories of success and most specially to renew our commitment to the noble ideals of our beloved Alma Mater.

The registration charges are Rp. 250.000,- per person payable at the venue. These charges include Alumni T-shirt, Alumni ID, Alumni souvenir, dinner, live band and raffle draws.

For further inquiries, please contact our Alumni Secretariat at (021) 237-2383 or text us at 08173445631. We look forward to your presence in this once a year celebration.

Contoh Announcement – Pengumuman Pergantian Nama Perusahaan

  1. ENGLISHINDO

is now called

  1. JAVENGLISHINDO

…and I bet you can guess why!

We produce the best spoken English Indonesian software in the region, and now we’ve built our own English – Javanese Dictionary for your PC and even watch. Is it amazing?

That means you can use our free English – Javanese Dictionary for your Pocket Compter, Notebook, Ipad, and your watch. Just Free to use for 30 days our dictionary. For further information, just visit our simple blogsite at Englishindo.com

 

TEKS NARRATIVE

Pernahkah anda mendengar cerita legenda ataupun cerita khayalan seperti Snow White, Ciderella dan lainnya? jika sudah pernah berarti anda juga sudah pernah membaca  . Namun kali ini saya akan membagikan pengertiannya saja tak sampai dengan contoh dari Narrative .

Biasanya Narrative berbentuk cerita legenda, dongeng bahkan fabel serta berupa cerita fiksi (khayalan).Pada umumnya memang narative text menjurus pada cerita lampau yang sudah terjadi dan biasanya menggunakan awalan kata Once upon a time.

Narrative text dapat disimpulkan bahwa Narrative text adalah text yang berisi cerita baik tertulis maupun tidak tertulis dan terdapat rangkaian peristiwa yang salaing terhubung. Narrative text atau teks narative biasanya berisi cerita fiktif, dongeng, fabel, mitos, dll.

Tujuan Narrative Text

Disebutkan bahwa Narrative text is an imaginative story to entertain people (text narasi adalah cerita text imajinatif yang bertujuan untuk menghibur orang) atau biasanya bisa dibilang Narrative text bertujuan untuk menghibur pembaca (to entertain the reader).

Generic Structure dari Narative text

  • Orientationit is about the opening paragraph where the character  of the story are introduce. (Berisi pen.genalan tokoh , tempat dan waktu terjadinya cerita siapa atau apa kapan dan dimana)
  • Complication : Where tre problem in the story developed (ketika permasalahan muncul/mulai terjadi dan berkembang).
  • Resolution : Where the problem in the story solved (Ketika permasalahan selesai baik happy ending maupun bad ending).

Biasanya Narative text menggunakan tenses :

  1. Past perfect
  2. Past Continous
  3. Past perfect Continous

 

Ciri Kebahasan Narrative Text

Pada Narrative Text, terdapat beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut :

  • Mengunakan Action Verb dalam bentuk Past Tense. Misalnya : Climbed, Turned, Brought, dsb.
  • Menggunakan Nouns tertentu sebagai kata ganti orang, hewan dan benda tertentu dalam cerita. Misalnya : the king, the queen, dsb.
  • Menggunakan Adjectives yang membentuk noun phrase. Misalnya : long black hair, two red apples, dsb.
  • Menggunakan Time Connectives dan Conjunctions untuk mengurutkan kejadian-kejadian. Misalnya : then, before, after, soon, dsb.
  • Menggunakan Adverbs dan Adverbial Phrase untuk menunjukkan lokasi kejadian.

 

Ciri-ciri narrative text:

Dari sudut pandang fitur bahasa, teks naratif memiliki ciri khas antara lain sebagai berikut:

  1. Partisipan yang specific dan sering individual
  2. Banyak action verbs ( material processes), dan ada juga yang menggunakan verbal and mental processes.
  3. Biasanya menggunakan Past tense.
  4. Banyak menggunakan lingking Words yang berkenaan dengan waktu.
  5. Sering memasukkan dialog, dan tense akan mungkin berubah.
  6. Descriptive language digunakan untuk menciptkan imaji dibenak pembaca.
  7. Dapat ditulis sebagai orang pertama (1), atau ketiga ( he, she, they ).

Contoh Text Narrative

Story of Rabbit and Bear

Once upon a time, there lived as neighbours, a bear and a rabbit. The rabbit is a good shot. In contrary, the bear is always clumsy ad could not use the arrow to good advantage.

One day, the bear called over the rabbit and asked the rabbit to take his bow and arrows and came with bear to the other side of the hill. The rabbit was fearing to arouse the bear’s anger so he could not refuse it. He consented and went with the bear and shot enough buffalo to satisfy the hungry family. Indeed he shot and killed so many that there was lots of meat left after the bear and his family had loaded themselves and packed all they could carry home.

The bear was very gluttonous and did not want the rabbit to get any of the meat. Th e rabbit could not even taste the blood from the butchering as the bear would throw earth on the blood and dry it up. The poor rabbit would have to go home hungry after his hard day’s work.

The bear was the father of five children. The youngest child was very kind to the rabbit. He was very hearty eater. The mother bear always gave him an extra large piece of meat but the youngest child did not eat it. He would take it outside with him and pretended to play ball with the meat. He kicked toward the rabbit’s house and when he got close to the door he would give the meat with such a great kick. The meat would fly into the rabbit’s house. In this way, the poor rabbit would get his meal unknown to the papa bear.

 

CINDERELLA

Once upon a time, there was a young girl named Cinderella. She lived with her step mother and two step sisters.

The step mother and sisters were conceited and bad tempered. They treated Cinderella very badly. Her step mother made Cinderella do the hardest works in the house; such as scrubbing the floor, cleaning the pot and pan and preparing the food for the family. The two step sisters, on the other hand, did not work about the house. Their mother gave them many handsome dresses to wear.

One day, the two step sister received an invitation to the ball that the king’s son was going to give at the palace. They were excited about this and spent so much time choosing the dresses they would wear. At last, the day of the ball came, and away went the sisters to it. Cinderella could not help crying after they had left.

“Why are crying, Cinderella?” a voice asked. She looked up and saw her fairy godmother standing beside her, “because I want so much to go to the ball” said Cinderella. “Well” said the godmother,”you’ve been such a cheerful, hardworking, uncomplaining girl that I am going to see that you do go to the ball”.

Magically, the fairy godmother changed a pumpkin into a fine coach and mice into a coachman and two footmen. Her godmother tapped Cinderella’s raged dress with her wand, and it became a beautiful ball gown. Then she gave her a pair of pretty glass slippers. “Now, Cinderella”, she said; “You must leave before midnight”. Then away she drove in her beautiful coach.

Cinderella was having a wonderfully good time. She danced again and again with the king’s son. Suddenly the clock began to strike twelve, she ran toward the door as quickly as she could. In her hurry, one of her glass slipper was left behind.

A few days later, the king’ son proclaimed that he would marry the girl whose feet fitted the glass slipper. Her step sisters tried on the slipper but it was too small for them, no matter how hard they squeezed their toes into it. In the end, the king’s page let Cinderella try on the slipper. She stuck out her foot and the page slipped the slipper on. It fitted perfectly.

Finally, she was driven to the palace. The king’s son was overjoyed to see her again. They were married and live happily ever after.

Queen of Arabia and Three Sheiks

Maura, who like to be thought of as the most beautiful and powerful queen of Arabia, had many suitors. One by one she discarded them, until her list was reduced to just three sheiks. The three sheiks were all equally young and handsome. They were also rich and strong. It was very hard to decide who would be the best of them.

One evening, Maura disguised herself and went to the camp of the three sheiks. As they were about to have dinner, Maura asked them for something to eat. The first gave her some left over food. The second Sheik gave her some unappetizing camel’s tail. The third sheik, who was called Hakim, offered her some of the most tender and tasty meat. After dinner, the disguised queen left the sheik’s camp.

The following day, the queen invited the three sheiks to dinner at her palace. She ordered her servant to give each one exactly what they had given her the evening before. Hakim, who received a plate of delicious meat, refused to eat it if the other two sheiks could not share it with him.

This Sheik Hakim’s act finally convinced Queen Maura that he was the man for her. “Without question, Hakim is the most generous of you” she announced her choice to the sheiks. “So it is Hakim I will marry”.

TEKS RECOUNT

Pengertian Recount Text

Recount Text adalah salah satu dari jenis teks bahasa Inggris yang menceritakan kembali kejadian-kejadian atau pengalaman-pengalaman di masa lampau. Tujuan dari Recount Text adalah untuk memberikan informasi atau untuk menghibur pembaca. Di dalam Recount Text tidak terdapat komplikasi (Complication) seperti halnya di Narrative Text.

 Tujuan Komunikatif Teks Recount

Tujuan komunikatif Recount Text seperti penjelasan di atas adalah untuk melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatan dengan tujuan memberitakan atau menghibur tentunya tanpa ada konflik di dalam cerita tersebut.

Generic Structure dari Recount Text

Generic structure (susunan umum) recount text ini terdiri dari:

  • Orientation tells who was involved, what happened, where the events took place, and when it happened. (“Orientation” menceritakan siapa saja yang terlibat dalam cerita, apa yang terjadi, di mana tempat peristiwa terjadi, dan kapan terjadi peristiwanya)
  • Events tell what happened and in what sequence. (“Event” menceritakan apa yang terjadi (lagi) dan menceritakan urutan ceritanya)
  • Reorientation consists of optional-closure of events/ending. (“Reorientation” berisi penutup cerita / akhir cerita).

 Ciri Kebahasaan Recount Text

Terdapat beberapa ciri-ciri kebahasaan yang mungkin akan teman-teman temukan ketika membaca sebuah Recount Text. Ciri-ciri kebahasaan dari Recount Text tersebut adalah:

  • Menggunakan Past Tense. Misalkan we went to zoo, I was happy, etc.
  • Menggunakan Conjunction dan Time Connectives untuk mengurutkan peristiwa atau kejadian. Misalnya and, but, the, aftar that, etc.
  • Menggunakan Adverbs dan Adverbial Phrase untuk mengungkapkan tempat, waktu dan cara. Misalkan yesterday, at my house, slowly, etc.
  • Menggunakan Action Verbs. Misalkan went, slept, run, brought, etc.

Contoh Recount :

Our trip to the Blue Mountain

Orientation

On Friday we went to the Blue Mountains. We stayed at David and Della’s house. It has a big garden with lots of colourful flowers and a tennis court.

(Pada hari jumat kami pergi ke Blue Mountains. Kami menginap di rumah David dan Della. Rumah tersebut mempunyai sebuah taman yang besar dengan banyak bunga warna warni dan sebuah lapangan tenis.)

Events

On Saturday we saw the Three Sisters and went on the scenic railway. It was scary. Then, Mummy and I went shopping with Della. We went to some antique shops and I tried on some old hats. On Sunday we went on the Scenic Skyway and it rocked. We saw cockatoos having a shower.

(Pada hari sabtu kami melihat Three Sister dan pergi ke pemandangan jalan kereta api yang indah. Sangat menakutkan. Kemudian ibu dan saya pergi berbelanja dengan Della. Kita pergi ke toko-toko antik dan mencoba mendapatkan beberapa topi tua. Pada hari minggu kami pergi ke pemandangan Skyway dan berbatu. Kami melihat burung kakatua sedang mandi.)

Reorientation

In the afternoon we went home. That was very pleasent moment with my family that I ever got.(Di sore hari kami pulang ke rumah. Itu merupakan momen paling menyenangkan bersama keluarga yang saya pernah dapatkan. )

Contoh Recount Text (1)

My Adolescence
I had my adolescence when I was thirteen.

It started with acne that showed up on my face. It was very annoying. It lowered my

self-esteem and I was embarrassed to come out of my house and play with friends.

Fortunately, my Mum gave me a good medicine. In three weeks, the acnes started to vanish although those showed some black spots in my face.
That was my bad experience with adolescence, though there were still lots of good

experience too.

Analisa :

Orientation : Paragraf pertama, (I had my adolescence when I was thirteen)

Events : Paragraf kedua dan ketiga.

Reorientation : Paragraf keempat (terakhir)


Contoh Recount Text (2) – Liburan

My Holiday in Bali

When I was 2nd grade of senior high school, my friends and I went to Bali. We were there for three days. I had many impressive experiences during the vacation.

First day, we visited Sanur Beach in the morning. We saw the beautiful sunrise together. It was a great scenery. Then, we checked in to the hotel. After prepared our selves, we went to Tanah Lot. We met so many other tourists there. They were not only domestic but also foreign tourists.

Second day, we enjoyed the day on Tanjung Benoa beach. We played so many water sports such as banana boat, jetsky, speedboat etc. We also went to Penyu island to see many unique animals. They were turtles, snakes, and sea birds. We were very happy. In the afternoon, we went to Kuta Beach to see the amazing sunset and enjoyed the beautiful wave.

The last day, we spent our time in Sangeh. We could enjoy the green and shady forest. There were so many monkies. They were so tame but sometimes they could be naughty. We could make a close interaction with them. After that, we went to Sukowati market for shopping. That was my lovely time. I bought some Bali T-Shirt and souvenirs.

In the evening, we had to check out from the hotel. We went back home bringing so many amazing memories of Bali.


Contoh Recount Text (3) – Liburan

A Beautiful Day at Jogja

Last week, my friends and I went to Jogja. We visited many places.

First, we visited Parangtritis beach. The sun shone brightly and the scenery was very beautiful there. We felt the wind blew across to us. We also saw a lot of people in that beach. There werw many birds flew in the sky. Also, there were many sellers who sold many kinds of souvenirs. Second, we visited Gembira Loka Zoo. We saw many kinds of animals there such as monkeys, tigers, crocodiles, snakes, etc. We looked around in that Zoo, and also took pictures of those animals. Then, we felt hungry, so we went to a restaurant. As soon as we finished our lunc, we decided to go home.

For me, that was a beautiful day. we really enjoyed it, and I hope I could visit Jogja again.

Contoh Recount Text (4) – Pengalaman

My First Experience to Ride Motorcycle

One day, when I was ten years old, my father bought an old motorcycle. That was ” Honda 75″. I think it was small light object and easy to ride it. I persuaded my father to teach me to ride ” Honda 75 “. Firstly, my father refused my request and promised that he would teach me two or three years later, but I still whimpered. Finally, my father surrendered and promised to teach me.

He began to teach me riding the motorcycle around a field in my village. My father was very patient to give me some directions. I was very happy when I realized my ability to ride a motorcycle. ” Yes, I can “.

One day later, when I was alone at home, I intended to try my riding ability. So, myself tried bravely. All ran fluently in the beginning, but when I was going back to my home and I must passed through a narrow slippery street, I got nervous. I lost my control and I fell to the ditch.

After that, I told my father about the last accident. I imagined my father would be angry and never let me ride again. But the reality is exactly on the contrary, my father was very proud of me. He just gave me some advices and since that accident, I got my father’s permission to ride motorcycle.

Contoh Recount Text (5) – Diary

A Page from A Girl’s Diary

It was takbiran night. It was also my birthday, and nothing happened. Or I had thought nothing would happen, but I was wrong.

That night, I was watching television with my family when I heard someone lit fireworks in my front yard. I peeped trough my window glass but could see nothing. It was very dark outside. Then I thought it had to be my cousins who lit the fireworks. Then I plopped down on my sofa again and tried to concentrate on the television since my mind raced with disappointment that no one gave something special on my birthday. I shrugged, it was almost the end of the day and I became pessimist. Five minutes later my mobile beeped. It was a text from my friend asking me to come out. Wondering what was going on, I grabbed my jacket and hurried to the front door. I was surprised to see her bring a bag full of firework and fire drills. Next I was surprised to see my other friend come out from the darkness. She brought a beautiful birthday cake on her hands. Oh my God! I shrieked. Then they gave the cake to me who was too stunned to say anything. I realized I was blushing furiously because my whole family was watching. Not to mention my neighbors too!

A plain day, or I thought it was before, turned out to be one of the greatest moment in my life. I didn’t even know how to describe what I felt. Happy was the simplest word.

 

CONTOH SOAL.

A KING AND TWO SERVANTS

Once there was a king who had two servants who worked so well and so honestly that he madethem captains in his army. The day after they had become captains, the king saw them and said, “Why doyou think you become captains?”The first captain answered, it is because I am a lucky man”. But the second said, “It is becauseyou are kind and generous.”The king said that he liked both the captain’s answer. “To show you that I am pleased with you, Iam to give each of you a present,” he said. “Both presents have the same value, and both are from myown gardens.” He then gave the first captain a coconut, and the second captain a bunch of ripe bananas.

But when he gave the bananas to the second captain, he secretly took a very valuable ring off his finger and pushed it into one of the bananas.While two captains were walking home, the second captain told the first that his wife did not like bananas, asked him whether he was willing to give him the coconut and take the bananas.

The first captain knew that his own wife did not like bananas either, but as he was an unselfishman, he said that he would do as the second captain wanted because he was friend.The second captain knew that his own wife did not like bananas, but as he was unselfish man, hesaid that he would give the bananas to the first captain.That evening, the first captain began to eat the bananas and found the ring in them.

At once, hehurried to the king with it. When the king saw it and heard what had happened, he sent for the secondcaptain and said to him, “I wanted to give you the ring because you said that I was kind and generous, butit seems that your friend really is a lucky man, as he said!”

Answer the question bellow based on the text!

a.Why did the second captain not want to eat the bananas?

b.What did the king want to do because he liked both captain?

c.In which paragraph did you find the conflict?

d.What moral lesson you can get from this text?

Continue reading “Modul Bahasa Inggris : Expression”

Posted in Education

Sejarah Peminatan : Peradaban India dan China Kuno

Peradaban India Kuno (Indhus dan Gangga)

A. Peradaban Lembah Sungai Indhus (Shindu)

Pusat Peradaban

Peradaban Lembah Sungai Indus berada sepanjang Sungai Indus di Pakistan sekarang ini. Peradaban Lembah Sungai Indus, 2800 SM–1800 SM, merupakan sebuah peradaban kuno yang hidup sepanjang Sungai Indus dan Sungai Ghaggar-Hakra yang sekarang Pakistan dan India barat. Peradaban ini sering juga disebut sebagai Peradaban Harappan Lembah Indus, karena kota penggalian pertamanya disebut Harappa, atau juga Peradaban Indus Sarasvati karena Sungai Sarasvati yang mungkin kering pada akhir 1900 SM. Pemusatan terbesar dari Lembah Indus berada di timur Indus, dekat wilayah yang dulunya merupakan Sungai Sarasvati kuno yang pernah mengalir.

Munculnya peradaban Harappa lebih awal dibanding kitab Veda, saat itu bangsa Arya belum sampai India. Waktunya adalah tahun 2500 sebelum masehi, bangsa Troya mendirikan kota Harappa dan Mohenjondaro serta kota megah lainnya didaerah aliran sungai India. Tahun 1500 sebelum masehi, suku Arya baru menjejakkan kaki di bumi India Kuno.

Asal mula peradaban India, berasal dari kebudayaan sungai India, mewakili dua kota peninggalan kuno yang paling penting dan paling awal dalam peradaban sungai India, yang sekarang letaknya di kota Mohenjodaro, propinsi Sindu Pakistan dan kota Harappa dipropinsi Punjabi. Penduduk kala itu adalah penduduk bangsa Dravida.

Secara geografis, letak peradaban kuno ini di sebelah utara berbatasan dengan pegunungan Himalaya. Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan. Di selatan, berbatasan dengan Samudera Hindia dan sebelah timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh.

Tata Kota

Menurut penentuan karbon 14, keberadaan kedua kota ini seharusnya adalah antara tahun 2000 hingga 3000 sebelum masehi, lagi pula kota Harappa mengekskavasi perkakas batu 10 ribu tahun lampau. Luasnya kurang lebih 25 km persegi.

Awal abad ke-20, arkeolog Inggris Marshell mengekskavasi kota kuno Mohenjondaro dan Hara. Hasilnya tingkat kesibukan dan keramaian kedua kota tersebut membuat Marshell terkejut. Ini adalah bekas ibukota dua negara merdeka pada jaman peradaban sungai India antara tahun 2350-1750 sebelum masehi, penelitian lebih lanjut menghasilkan perhitungan, dua kota masing-masing terdapat sekitar 30 hingga 40 ribu penduduk, lebih banyak dibanding penduduk kota London yang paling besar pada abad pertengahan.

Kota dibagi 2 bagian yaitu kota pemerintahan dan kota administratif. Kota administratif adalah daerah pemukiman, tempat tinggal yang padat dan jalan raya yang silang menyilang, kedua sisi jalan banyak sekali toko serta pembuatan barang-barang tembikar. Kota pemerintahan adalah wilayah istana kerajaan. Fondasi bangunan yang luas membuat jarak terhadap penduduk, pagar tembok yang tinggi besar disekeliling dan menara gedung mencerminkan kewibawaan Raja. Wilayah kota dibagi atas beberapa bagian atau blok yang dilengkapi jalan yang ada aliran airnya.

Sistem Pertanian dan Pengairan

Daerah Lembah Sungai Indus merupakan daerah yang subur. Pertanian menjadi mata pencaharian utama masyarakat India. Limpahan lumpur sungai Indus telah memberikan kesuburan bagi tanah disekitarnya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat telah berhasil menyalurkan air yang mengalir dari Lembah Sungai Indus sampai jauh ke daerah pedalaman.

Pembuatan saluran irigasi dan pembangunan daerah-daerah pertanian menunjukkan bahwa masyarakat Lembah Sungai Indus telah memiliki peradaban yang tinggi. Hasil-hasil pertanian yang utama adalah padi, gandum, gula/tebu, kapas, teh, dan lain-lain.

Sanitasi (Kesehatan)

Masyarakat Mohenjodaro dan Harappa telah memperhatikan sanitasi (kesehatan) lingkungannya. Teknik-teknik atau cara-cara pembangunan rumah yang telah memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan kebersihan lingkungan yaitu rumah mereka sudah dilengkapi oleh jendela.

Kamar-kamar dilengkapi dengan jendela-jendela yang lebar dan berhubungan langsung dengan udara bebas, sehingga pergantian udara cukup lancar.

Teknologi

Masyarakat Lembah Sungai Indus sudah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, Kemampuan mereka dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya yang ditemukan, seperti bangunan Kota Mohenjodaro dan Harappa, berbagai macam patung, perhiasan emas, perak, dan berbagai macam meterai dengan lukisannya yang bermutu tinggi dan alat-alat peperangan seperti tombak, pedang, dan anak panah, alat-alat rumah tangga, alat-alat pertanian, kain dari kapas, serta bangunan-bangunan.

Demikian juga dengan barang-barang yang terbuat dari tanah liat yang dibakar atau yang disebut terracota, teruma barang-barang peralatan rumah tangga.

Perekonomian

Sistem perekonomian masyarakat lembah Sungai Indus sangat bergantung pada pengolahan lahan pertanian di sekitar sungai. Di kawasan ini, petani menanam padi, gandum, sayuran, buah-buahan, dan kapas. Selain itu mereka juga beternak sapi, kerbau, domba, dan babi. Selain pertanian dan peternakan, perdagangan juga merupakan aspek perekonomian penting bagi masyarakat lembah Sungai Indus. Kelebihan hasil pertanian membuat mereka dapat melakukan perdagangan dengan bangsa lain terutama dengan penduduk Mesopotamia. Barang dagangan yang diperjual-belikan masyarakat lembah Sungai Indus adalah barang-barang dari perunggu dan tembaga, bejana dari perak dan emas, serta perhiasan dari kulit dan gading.

Pemerintahan

Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Maurya antara lain sebagai berikut :

Candragupta Maurya

Setelah berhasil menguasai Persia, pasukan Iskandar Zulkarnaen melanjutkan ekspansi dan menduduki India pada tahun 327 SM melalui Celah Kaibar di Pegunungan Himalaya. Pendudukan yang dilakukan oleh pasukan Iskandar Zulkarnaen hanya sampai di daerah Punjab. Pada tahun 324 SM muncul gerakan di bawah Candragupta. Setelah Iskandar Zulkarnaen meninggal tahun 322 SM, pasukannya berhasil diusir dari daerah Punjab dan selanjutnya berdirilah Kerajaan Maurya dengan ibu kota di Pattaliputra.

Candragupta Maurya menjadi raja pertama Kerajaan Maurya. Pada masa pemerintahannya, daerah kekuasaan Kerajaan Maurya diperluas ke arah timur, sehingga sebagian besar daerah India bagian utara menjadi bagian dari kekuasaannya. Dalam waktu singkat, wilayah Kerajaan Maurya sudah mencapai daerah yang sangat iuas, yaitu daerah Kashmir di sebelah barat dan Lembah Sungai Gangga di sebelah timur.

Ashoka

Ashoka memerintah.Kerajaan Maurya dari tahun 268-282 SM. Ashoka merupakan cucu dari Candragupta Maurya. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Maurya mengalami masa yang gemilang. Kalingga dan Dekkan berhasil dikuasainya. Namun, setelah ia menyaksikan korban bencana perang yang maha dahsyat di Kalingga, timbul penyesalan dan tidak lagi melakukan peperangan.

Mula-mula Ashoka beragama Hindu, tetapi kemudian menjadi pengikut agama Buddha. Sejak saat itu Ashoka menjadikan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Setelah Ashoka meninggal, kerajaan terpecah-belah menjadi kerajaan kecil. Peperangan sering terjadi dan baru pada abad ke-4 M muncul seorang raja yang berhasil mempersatukan kerajaan yang terpecah belah itu. Maka berdirilah Kerajaan Gupta dengan Candragupta I sebagai rajanya.

Kepercayaan

Sistem kepercayaan masyarakat Lembah Sungai Indus bersifat politeisme atau memuja banyak dewa. Dewa-dewa tersebut misalnya dewa bertanduk besar,  dewa kesuburan dan kemakmuran (Dewi Ibu).

Masyarakat lembah Sungai Indus juga menyembah binatang-binatang seperti buaya dan gajah serta menyembah pohon seperti pohon pipal (beringin). Pemujaan tersebut dimaksudkan sebagai tanda terima kasih terhadap kehidupan yang dinikmatinya, berupa kesejahteraan dan perdamaian.

Hilangnya Peradaban Indus

Peradaban Sungai Indus runtuh akibat serbuan bangsa Arya tahun 1000 SM melalui celah Khyber. Sejarah bangsa Arya diperoleh dari kitab Rigveda. Setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, akhirnya mereka hidup menetap.

B. Peradaban di Lembah Sungai Gangga

Lokasi

Lembah sungai Gangga dengan anak sungainya Yamuna terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Vindhya. Kedua sungai tersebut bermata air di Pegunungan Himalaya dan mengalir di kota-kota besar seperti Delhi, Agra, dan bermuara di wilayah Bangladesh ke teluk Banggala. Sungai Ganggabertemu dengan Sungai Brahmaputra yang bermata air di Pegunungan Kwen Lun. Lembah Sungai Gangga merupakan daerah yang subur.

Pendukung

Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Aria yang termasuk bangsa Indo Jerman. Bangsa Aria memasuki wilayah India antara tahun 2000- 1500 SM melalui celah Pas Kaiber di Pegunungan Hindu Kush. Merka berkulit putih, berbadan tinggi, dan berhidung mancung. Pencahariannya semula berternak  dan kehidupannya terus mengembara. Tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravisa di Lembah Sungai Indus dan menguasai daerah yang subur, mereka akhirnya bercocok tanam dan hidup menetap. Selanjutnya, mereka menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya. Kebudayaan campuran antara kebudayaan bangsa Arya dengan bangsa Dravida dikenal dengan sebutan kebudayaan Hindu.

Masyarakat

Bangsa Aria berusaha untuk tidak bercampur dengan bangsa Dravida yang merupakan penduduk asli India. Mereka menyebut bangsa Dravida adalah anasah artinya tidak berhidung atau berhidung pesek dan dasa artinya raksasa. Untuk memelihara kemurnian keturunannya, diadakan sistem pelapisan (kasta) yang dikatakannya bersumber pada ajaran agama. Bangsa Aria berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi. Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Aria dan Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu).

Untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah kehidupan masyarakat, bangsa Arya berusaha menjaga kemurnian ras. Artinya, mereka melarang perkawinan campur dengan bangsa Dravida. Untuk itulah, bangsa Arya menciptakan sistem kasta dalam kemasyarakatan.

Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat. Pembagian golongan atau tingkatan dalam masyarakat Hindu terdiri dari empat kasta atau caturwarna, yakni :

  1. Brahmana (pendeta), bertugas dalam kehidupan keagamaan;
  2. Ksatria (raja, bangsawan dan prajurit), berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk mempertahankan negara,
  3. Waisya (pedagang, petani, dan peternak), dan
  4. Sudra (pekerja-pekerja kasar dan budak).

Kasta Brahmana, Kastria, Waisya terdiri dari orang-orang Arya. Kasta Sudra terdiri dari orang-orang Dravida. Selain keempat kasta di atas, ada lagi kasta Paria/Candala atau Panchama. Panchama yang berarti “kaum terbuang”. Kasta ini dipandang hina, karena melakukan pekerjaan kotor, orang jahat dan tidak boleh disentuh, lebih-lebih bagi kaum Brahmana.

Pemerintahan

Perkembangan sistem pemerintahan di Lembah Sungai Gangga merupakan kelanjutan sistem pemerintahan masyarakat di daerah Lembah Sungai Indus. Runtuhnya Kerajaan Maurya menjadikan keadaan kerajaan menjadi kacau dikarenakan peperangan antara kerajaan-kerajaan kecil yang ingin berkuasa. Keadaan yang kacau, mulai aman kembali setelah munculnya kerajaan-kerajaan baru. Kerajaan-kerajaan tersebut di antaranya Kerajaan Gupta dan Kerajaan Harsha.

  1. Kerajaan Gupta

Pendiri Kerajaan Gupta adalah Raja Candragupta I dengan pusatnya di Lembah Sungai Gangga. Pada masa pemerintahan Raja Candragupta I, agama Hindu dijadikan agama negara, namun agama Buddha masih tetap dapat berkembang.

Masa kejayaan Kerajaan Gupta terjadi pada masa pemerintahan Samudragupta (Cucu Candragupta 1). Pada masa pemerintahannya Lembah Sungai Gangga dan Lembah Sungai Indus berhasil dikuasainya dan Kota Ayodhia ditetapkan sebagai ibukota kerajaan.

Pengganti Raja Samudragupta adalah Candragupta II, yang dikenal sebagai Wikramaditiya. Ia juga bergama Hindu, namun tidak memandang rendah dan mempersulit perkembangan agama Budha. Bahkan pada masa pemerintahannya berdiri perguruan tinggi agama Buddha di Nalanda.

Di bawah pemerintahan Candragupta II kehidupan rakyat semakin makmur dan sejahtera.. Kesusastraan mengalami masa gemilang. Pujangga yang terkenal pada masa ini adalah pujangga Kalidasa dengan karangannya berjudul “Syakuntala”. Perkembangan seni patung mencapai kemajuan yang juga pesat. Hal ini terlihat dari pahatan-pahatan dan patung-patung terkenal menghiasi kuil-kuil di Syanta.

Dalam-perkembangannya Kerajaan Gupta mengalami kemunduran setelah meninggalnya Raja Candragupta II. India mengalami masa kegelapan selama kurang lebih dua abad.

  1. Kerajaan Harsha

Setelah mengalami masa kegelapan, baru pada abad ke-7 M muncul Kerajaan Harsha dengan rajanya Harshawardana. Ibu kota Kerajaan Harsha adalah Kanay. Harshawardana merupakan seorang pujangga besar. Pada masa pemerintahannya kesusastraan dan pendidikan berkembang dan pesat. Salah satu pujangga yang terkenal pada masa kerajaan Harshawardana adalah pujangga Bana dengan karyanya berjudul “Harshacarita”.

Raja Harsha pada awalnya memeluk agama Hindu, tetapi kemudian memeluk agama Buddha. Di tepi Sungai Gangga banyak dibangun wihara dan stupa, serta dibangun tempattempat penginapan dan fasilitas kesehatan. Candi-candi yang rusak diperbaiki dan membangun candi-candi baru. Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga abad ke-1 1 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang pernah berkuasa di Harsha.

Kebudayaan

Di Lembah Sungai Gangga inilah kebudayaan Hindu berkembang, baik di wilayah India maupun di luar India. Masyarakat Hindu memuja banyak dewa (Politeisme). Dewa-dewa tersebut, antara lain, Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa Baruna (Dewa Laut), Dewa Agni (Dewa Api), dan lain sebagainya. Dalam agama Hindu dikenal dengan sistem kasta, yaitu pembagian kelas sosial berdasarkan warna dan kewajiban sosial. Dalam perkembangan selanjutnya, sistem kasta inilah yang menyebabkan munculnya agama Buddha. Hal ini dipelopori oleh Sidharta Gautama.

Agama Buddha mulai menyebar ke masyarakat India setelah Sidharta Gautama mencapai tahap menjadi Sang Buddha. Agama Buddha terbagi menjadi dua aliran, yaitu Buddha Mahayana dan Buddha Hinayana. Peradaban Sungai Gangga meninggalkan beberapa bentuk kebudayaan yang tinggi seperti kesusastraan, seni pahat, dan seni patung. Peradaban dari lembah sungai ini kemudian menyebar ke daerah-daerah lain di Asia termasuk di Indonesia.

Agama Hindu

Agama dan kebudayaan Hindu lahir pertama kali di India sekitar tahun 1500 SM. Agama dan kebudayaan Hindu ini mengalami pertumbuhan pada zaman Weda. Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan bangsa Aria dari Asia Tengah yang telah memasuki India dengan kebudayaan bangsa asli India (Dravida). Hasil percampuran itulah yang disebut agama Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang disebut Aryawarta (negeri orang Aria) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu). Sejak berkembangnya kebudayaan Hindu di India maka lahir agama Hindu. Dari India, agama Hindu menyebar ke seluruh dunia dan banyak memengaruhi kebudayaan-kebudayaan di dunia, termasuk Indonesia.

Menurut pendapat para ahli sejarah, berdasarkan temuan berbagai peninggalan sejarah, diyakini bahwa bekas kota Mahenjo-Daro (Larkana) dan Harappa (Punjab) di lembah Sungai Indus merupakan tempat timbul dan berkembangnya agama Hindu.

Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya (Indo-Jerman) ke India kira-kira tahun 1500 SM. Mereka datang melewati celah Kaiber. Celah tersebut terletak di pegunungan Hindu Kush, sebelah barat laut India. Itulah sebabnya celah Kaiber terkenal dengan sebutan “Pintu Gerbang India”. Kemudian bangsa Arya mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut.

Akhirnya bangsa Arya berhasil menempati daerah celah Kaiber yang sangat subur. Bangsa Dravida mendiami Dataran Tinggi Dekan (India Selatan). Bangsa Munda mendiami daerah-daerah pegunungan. Pemeluk agama Hindu mengenal tiga dewa tertinggi yang disebut Trimurti, yakni Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pelindung), dan Syiwa (dewa perusak). Dewa-dewi lainnya antara lain : Agni (dewa api), Bayu (dewa angin), Surya (dewa matahari), Candra (dewa bulan), Indra (dewa perang), Saraswati (dewi pengetahuan dan seni), Lakshmi (dewi keberuntungan), dan Ganesha (dewa pengetahuan dan penolong).

Sumber ajaran Hindu adalah kitab Weda, yang bermakna pengetahuan Hindu. Kitab-kitab penganut Hindu:

Kitab Weda

Terdiri dari 4 Samhita atau himpunan, yaitu:

1)      Reg Weda (merupakan kitab yang tertua), berisi puji-pujian kepada dewa

2)      Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci yang merupakan pujian pada waktu melaksanakan upacara

3)      Yajur Weda, berisi doa-doa yang diucapkan pada waktu upacara sesaji.

4)      Atharwa Weda, berisikan doa-doa bagi penyembuhan penyakit dan nyanyian sakti kaum brahmana.

Kitab Brahmana

Berisi penjelasan kitab Weda, yang disusun oleh para pendeta.

Kitab Upanishad

Berisi petunjuk-petunjuk, agar orang dapat melepaskan diri dari samsara, dan dapat mencapai moksa (kebahagiaan abadi).

Kitab yang berisikan cerita kepahlawanan:

1)      Mahabharata, karya Wiyasa berisikan cerita peperangan antara Pandawa melawan Kurawa. Keduanya masih keluarga seketurunan, yang memperebutkan tahta kerajaan Astina. Perebutan akhirnya dimenangkan oleh Pandawa.

2)      Ramayana, karya Walmiki menceritakan peperangan antara Rama dengan Rahwana. Peperangan ini akhirnya dimenangkan oleh Rama. Cerita Ramayana melambangkan kejujuran (dilambangkan Rama) melawan keangkaramurkaan (dilambangkan Rahwana).

Inti ajaran agama Hindu didasarkan pada karma, reinkarnasi dan moksa. Karma adalah perbutan baik buruk dari manusia ketika di dunia yang menentukan kehidupan berikutnya. Reinkarnasi ialah penjilmaan kembali kehidupan manusia sesuai dengan karmanya. Bila seseorang berbuat baik akan lahir kembali ke tingkat yang lebih tinggi; sebaliknya jika berbuat buruk mengakibatkan reinkarnasi ke tingkat yang lebih rendah, misalnya lahir sebagai hewan. Keadaan hidup-mati kembali merupakan persitiwa hidup yang menderita (samsara). Moksa ialah tingkat hidup tertinggi yang terlepas dari ikatan keduniawian atau terbebas dari reinkarnasi.

Agama Hindu mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta, yaitu Brahmana, terdiri dari golongan pendeta, bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan; Ksatria, terdiri dari golongan bangsawan dan prajurit, berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk mempertahankan negara; Waisya, bertugas untuk berdagang, bertani, dan beternak; Sudra, bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti budak dan pelayan. Adanya sistem kasta (caturwarna) tersebut pada dasarnya merupakan pembagian tugas dan kelas dalam masyarakat Hindu yang didasarkan atas keturunan. Perkawinan antar kasta dilarang, terhadap yang melanggar dikeluarkan dari kasta (out cast) dan masuk dalam golongan atau kasta Paria.

Bangsa Arya berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi. Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Arya dan Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut Aryawarta (negeri orang Arya) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu).

Continue reading “Sejarah Peminatan : Peradaban India dan China Kuno”

Posted in Education

Pendidikan Kewarganegaraan : Sistem Hukum dalam NKRI

Sistem Hukum Dalam NKRI

  1. Pendahuluan

Dalam Amandemen Ketiga UUD 1945 pada pasal 1 ayat (3) tentang “Bentuk dan Kedaulatan Negara Republik Indonesia” disebutkan bahwa Indonesia ialah negara hukum. Pernyataan itu mengandung pengertian bahwa negara atau pemerintah dalam melaksanakan kekuasaannya harus berdasarkan atas hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

Dalam pembahasan pengertian sistem hukum di Indonesia perlu dipahami dan dimengerti apa saja yang merupakan bagian atau komponen dari sistem hukum. Setelah memperoleh pengertian dari komponen yang ada, perlu dilanjutkan dengan pemahaman terhadap hubungan diantara komponen tersebut. Tidak jarang bahwa pembahasan mengenai sistem hukum hanya dibatasi pada komponen structural dan subtansi saja. Pembahasan yang demikian itu sering pula dinamakan pembahasan “tata hukum”, dengan demikian sistem hukum disamakan dengan tata hukum.

Manusia dalam kehidupannya tidak dapat melepaskan diri dari kaidah- kaidah yang ada. Hukum sebagai salah satu kaidah yang mengatur kehidupan antar pribadi, telah menguasai kehidupan manusia sejak ia dilahirkan (bahkan semenjak masih dalam kandungan) hingga ke liang kubur.

Karena begitu luasnya bidang cakupan dari hukum, maka setiap usaha untuk mendefiniskan hukum selalu dianggap tidak memuaskan. Oleh karena itu yang penting bukanlah membuat definisi tetapi uraian mengenai apa dan bagaimana sebenarnya hukum itu lebih diperlukan.

Pengertian komponen structural dari sistem hukum Indonesia adalah bagian- bagian dari sistem hukum yang bergerak di dalam suatu mekanisme. Lembaga yang termasuk dalam komponen ini adalah lembaga pembuat Undang- Undang, pengadilan dan berbagai badan yang diberi wewenang untuk menerapkan hukum dan penegak hukum.

Pengertian komponen substansi dari sistem hukum Indonesia adalah hasil nyata yang diterbitkan oleh sistem hukum. Hasil nyata ini dapat berwujud hukum in conreto (kaidah hukum individual) maupun hukum abstracto (kaidah hukum umum).

Mengenai komponen substansi sistem hukum ini dapat dilanjutkan pada pembidangan hukum. Pembidangan hukum tersebut menggunakan pembidangan hukum publik  dan hukum perdata serta hukum materiil dan formal.

Yang dimaksud dengan pengertian sistem hukum Indonesia adalah hukum yang sedang berlaku pada waktu itu diwilayah Indonesia. Hukum Indonesia ini biasa disebut hukum positif, yang dalam bahasa latinnya disebut ”iusconstitutum”, dan lawannya adalah “iusconstituendem” yaitu hukum yang berlaku, hukum yang masih dalam cita- cita hukum bangsa Indonesia.

PENGERTIAN SISTEM HUKUM

  1. Sistem

Sistem adalah suatu kesatuan susunan, dimana masing – masing unsur yang ada di dalamnya tidak diperhatikan hakikatnya, tetapi dilihat menurut fungsinya terhadap keseluruhan kesamaan susunan tersebut.

  1. Hukum

Hukum sulit didefinisikan karena kompleks dan beragamnya sudut pandang yang akan dikaji. Prof. Van Apeldoorn mengatakan bahwa definisi hukum sangat sulit dibuat karena tidak mungkin untuk mengadakannya yang sesuai dengan kenyataan”. Karena itu, sebaiknya kita lihat dulu pengertian hukum menurut para ahli hukum terkemuka berikut ini :

  1. Mr. E.M. Meyers

Hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat, dan menjadi pedoman bagi penguasa negara dalam melaksanakan tugasnya.

  1. Leon Duguit

Hukum adalah aturan tingkah laku anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan yang pelanggaran terhadapnya akan menimbulkan reaksi bersama terhadap pelakunya.

  1. Drs. E. Utrecht, S.H

Hukum adalah himpunan peratuan ( perintah dan larangan ) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dan karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu.

  1. M. Amin, S.H

Hukum merupakan kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi, dengan tujuan mewujudkan ketertiban dalam pergaulan manusia.

  1. C.T. Simorangkir, S.H. dan Woerjono Sastropranoto, S.H

Hukum adalah peratuan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat, yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, dan yang pelanggaran terhadapnya mengakibatkan diambilnya tindakan, yaitu hukuman terentu.

Jadi, sistem hukum adalah suatu kesatuan hukum dari unsur hukum yang saling berhubungan dan bekerjasama sebagai suatu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Adapun Sistem hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum di Eropa, hukum agama, dan hukum adat. Sebagian besar sistem yang dianut mengacu pada hukum Eropa, khususnya dari Belanda. Hal ini berdasarkan fakta sejarah bahwa Indonesia merupakan bekas wilayah jajahan Belanda. Hukum agama juga merupakan bagian dari sistem hukum di Indonesia karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut agama Islam, maka hukum Islam lebih banyak diterapkan, terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan, dan warisan. Sementara hukum adat merupakan aturan-aturan masyarakat yang dipengaruhi oleh budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara dan diwariskan secara turun-temurun. Secara umum, hukum di Indonesia dibagi menjadi dua macam, yaitu hukum perdata dan hukum pidana.

  • System Hukum Barat (Eropa)
  1. Hukum Barat mengenal “zakelijke rechten” dan “persoonlijke rechten”.
    “Zakelijke rechten” adalah hak atas benda yang bersifat “zakelijk” artinya berlaku terhadap tiap orang. Jadi merupakan hak mutlak atau absolut. “Persoonlijke rechten” adalah hak atas sesuatu obyek (benda) yang hanya berlaku terhadap sesuatu orang lain tertentu, jadi merupakan hak relatif.
  2. Hukum Barat mengenal perbedaan antara hukum publik dengan hukum privat. Hukum adat tidak mengenal perbedaan ini. Kalau toh mau mengadakan pemisahan antara hukum adat yang bersifat public
  3. Hukum Barat membedakan pelanggaran-pelanggaran hukum dalam dua golongan. Yaitu pelanggaran yang bersifat pidana dan harus diperiksa oleh hakim pidana, dan pelanggaran-pelanggaran yang hanya mempunyai akibat dalam lapangan perdata saja serta yang diadili oleh hakim Perdata. Perbedaan-perbedaan fundamental dalam sistem ini, pada hakikatnya disebabkan karena:
  4. Corak serta sifat yang berlainan antara hukum adat dan hukum Barat.
  5. Pandangan hidup yang mendukung (“Volksgeist menurut Von Savigny) kedua macam hukum itu juga jauh berlainan.

Sistem Hukum Barat

  1. Menjunjung tinggi nilai kondifikasi
  2. Memuat peraturan yang kasuistis artinya merinci
  3. Hakim terikat penetapan dari kodifikasi.
  4. Mengenal benda kebendaan, yaitu hak-hak yang berlaku terhadap setiap orang dan hak-hak perorangan yaitu hak-hak atas suatu objek yang hanya berlaku terhadap seseorang tertentu saja.
  5. Terdapat pembagian hukum dalam hukum privat dan hukum publik.
  6. Dikenal perbedaan benda dalam benda tetap dan benda bergerak
  7. Perlu adanya sanski sebagai jaminan terlaksananya penertipan.

  • System hukum islam

Sistem hukum Islam dalam ”Hukum Fikh” terdiri dari dua bidang hukum, yaitu :

1) Hukum rohaniah (ibadat),

Ialah cara-cara menjalankan upacara tentang kebaktian terhadap Allah (sholat, puasa, zakat, menunaikan ibadah haji), yang pada dasarnya tidak dipelajari di fakultas hukum. Tetapi di UNISI diatur dlm mata kuliah fiqh Ibadah.

2)  Hukum duniawi, terdiri dari :

  1. a)  Muamalat

Yaitu tata tertib hukum dan peraturan mengenai hubungan antara manusia dalam bidang jual-bei, sewa menyewa, perburuhan, hukum tanah, perikatan, hak milik, hak kebendaan dan hubungan ekonomi pada umumnya.

  1. b)  Nikah (Munakahah),

Yaitu perkawinan dalam arti membetuk sebuah keluarga yang tediri dari syarat-syarat dan rukun-rukunnya, hak dan kewajiban, dasar-dasar perkawinan monogami dan akibat-akibat hukum perkawinan.

  1. c)  Jinayat

yaitu pidana yang meliputi ancaman hukuman terhadap hukum Allah dan tindak pidana kejahatan.

Sistem hukum Islam menganut suatu keyakinan dan ajaran islam dengan keimanan lahir batin secara individual.

Negara-negara yang menganut sistem hukum Islam dalam bernegara melaksanakan peraturan-peraturan hukumnya sesuai dengan rasa keadilan berdasarkan peraturan perundangan yang bersumber dari Qur’an.

Dari uraian diatas tampak jelas bahwa di negara-negara penganut asas hukum Islam, agama Islam berpengaruh sangat besar terhadap cara pembentukan negara maupun cara bernegara dan bermasyarakat bagi warga negara dan penguasanya.

  • System hukum adat

Sistem hukum adat umumnya bersumber dari peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang serta dipertahankan berdasarkan kesadaran hukum masyarakatnya.

  • Sifat hukum adat adalah
    1. Tradisional dengan berpangkal pada kehendak nenek moyangnya.
    2. Berubah-ubah karena pengaruh kejadian dan keadaan sosial yang silih berganti.
    3. Karena sumbernya tidak tertulis, hukum adat tidak kaku dan mudah menyesuaikan diri.

Sistem hukum adat di Indonesia dibagi dalam tiga kelompok, yaitu :

1)  Hukum adat mengenai tata negara,

Yaitu tatanan yang mengatur susunan dan ketertiban dalam persekutuan-persekutuan hukum, serta susunan dan lingkungan kerja alat-alat perlengkapan, jabatan-jabatan, dan penjabatnya.

2)  Hukum adat mengenai warga (hukum warga)

  1. Hukum pertalian sanak (kekerabatan)
  2. Hukum tanah
  3. Hukum perutangan

3) Hukum adat mengenai delik (hukum pidana)

Yang berperan dalam menjalankan sistem hukum adat adalah pemuka adat (pengetua-pengetua adat), karena ia adalah pimpinan yang disegani oleh masyarakat

  1. Negara Hukum Republik Indonesia
  • Pengertian Negara Hukum Republik Indonesia.

Pernyataan resmi tentang negara Indonesia sebagai negara hukum terdapat di dalam pasal 1 ayat (3) UUD 1945. Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 juga menegaskan tentang adanya persamaan hukum dan pemerintahan, secara wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya.

Taekad bangsa Indonesia dalam bidang hukum tercermin dalam UUD 1945 yang melandasi negara termasuk didalamnya pemerintah dan lembaga-lembaga negara lain untuk betul-betul mau tunduk, patuh dan taat pada hukum. Ciri-ciri, yang tampak dalam penerapan sistem hukum di Indonesia secara rinci tampak dalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945.

Dengan landasan dan semangat negara hukum dalam arti material tersebut, setiap tindakan negara harus dapat mempertimbangkan 2 (dua) kepentingan, yaitu: kegunaannya (doelmatigheid) dan landasan hukumnya (rechtsmatigheid). Landasan inilah yang harus dijunjung tinggi oleh negara (pemerintah) dalam setiap pengambilan keputusan.

  • Hak Asasi Manusia

Konsep hak asasi manusia yang diterapkan di Indonesia tentu akan diselaraskan dengan pandangan hidup dan falsafah bangsa yang telah kita sepakati sejak tanggal 18 Agustus 1945. Undang-Undang Dasar 1945, baik di dalam Pembukaan maupun Batang tubuhnya, telah banyak memuat prinsip-prinsip tentang hak asasi manusia Indonesia. Untuk lebih jelasnya, dapat kita lihat perumusan hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945, antara lain :

  1. Hak asasi manusia sebagai hak segala bangsa (alinea I Pembukaan UUD 1945),
  2. Hak asasi manusia sebagai hak warga negara (pasal 27, 28, 30, 31, 32, 33 dan 34 UUD 1945),
  3. Hak asasi manusia sebagai hak tiap-tiap penduduk (pasal 29 ayat 2 UUD 1945)

Sesungguhnya prinsip-prinsip hak asasi yang tercantum di dalam UUD 1945 menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan pangkal ide keselarasan antara individu dan masyarakat yang bersumber pada sifat kodrat manusia sebagai individu dan mahluk sosial. Prinsip itu berarti bahwa negara menjamin, melindungi, dan mengakui hak asasi serta adanya prinsip keseimbangan antara hak dan kewajiban.

  1. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Di Dalam UUD 1945

Hak dan kewajiban warga negara bangsa Indonesia secara konstitusional telah dijamin didalam Undang-Undang Dasar 1945. Beberapa acuan yang dapat kita pedomani sebagai bukti adanya hak dan kewajiban warga negara Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Hak Dasar

Hak dasar sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat serta bebas dari segala bentuk penjajahan (Pembukaan UUD 1945, alinea I), dan hak dasar sebagai warga negara dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain :

  1. Menyatakan diri sebagai warga negara dan penduduk Indonesia atau ingin menjadi warga negara suatu negara (Pasal 26),
  2. Bersamaan kedudukan didalam hukum pemerintahan (Pasal 27 ayat 1),
  3. Memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 (2)),
  4. Kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran lisan dan tulisan sesuai dengan Undang-Undang (Pasal 28),
  5. Jaminan memeluk salah satu agama dan pelaksanaan ajaran agamanya masing-masing (Pasal 29 ayat 2),
  6. Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30)
  7. Mendapat pendidikan (Pasal 31),
  8. Mengembangkan kebudayaan nasional (Pasal 32),
  9. Mengembangkan usaha-usaha dalam bidang ekonomi (Pasal 33),
  10. Memperoleh jaminan pemeliharaan dari pemerintah sebagai fakir miskin (Pasal 34).
  11. Kewajiban Dasar

Kewajiban dasar sebagai warga negara dalam berbagai bidang kehidupan, antara lain :

  1. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan (Pembukaan UUD 1945, alinea I),
  2. Menghargai nilai-nilai persatuan, kemerdekaan dan kedaulatan bangsa (Pembukaan UUD 1945, alinea II),
  3. Menjunjung tinggi dan setia kepada konstitusi negara dan dasar negara (Pembukaan UUD 1945, alinea IV),
  4. Setia membayar pajak untuk negara (Pasal 23 ayat 2), dan
  5. Wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 ayat 1)
  6. Wajib iktu serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
  7. Tata Hukum

Suatu negara yang merdeka dan berdaulat dengan pemerintahan yang stabil, akan mempunyai tata hukum sendiri dengan berpedoman kepada konstitusi negaranya.
Tata hukum merupakan hukum positif atau hukum yang berlaku didalam suatu negara pada saat sekarang. Tata hukum bertujuan untuk mempertahankan, memelihara, dan melaksanakan tertib hukum bagi masyarakat suatu negara sehingga dapat dicapai ketertiban di negara tersebut.

The rule of law (aturan hukum) positif dalam Tata Hukum Negara Republik Indonesia merupakan keseluruhan tata tertib yang diatur oleh negara atau bagian-bagiannya yang berlaku dalam lingkungan suatu masyarakat dan yang pelaksanaannya dapat dipaksa oleh alat-alat negara yang diberi kekuasaan (authority). Kita menyadari bahwa dalam Tata Hukum Negara RI, masih banyak dijumpai produk-produk hukum warisan kolonial Belanda yang berlaku dengan penyesuaian pada beberapa pasal. Kenyataan ini diakui oleh UUD 1945 seperti tercantum di Pasal II Aturan Peralihan jo. Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1945, yaitu untuk mencegah terjadinya kekosongan hukum dan menjadi dasar hukum masih diperlukan hukum kolonial selama belum diadakan yang baru menurut UUD 1945.

Pokok-pokok pembahasan tentang Tata Hukum Negara Republik Indonesia, belum bisa lepas dari kenyataan sejarah diterapkannya warisan produk hukum kolonial baik yang sudah terkodifikasi maupun belum. Sejalan dengan upaya untuk membangun demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia, tekad pemerintahan era reformasi (pasca Orde Baru) tertuang dalam ketetapan MPR-RI No.IV/MPR/1999 tentang GBHN tahun 1999-2004 pada Bab IV Arah Kebijakan bidang hukum poin 2 dan 3 sebagai berikut :

Bab 2 “Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundang-undangan warisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif, termasuk ketidakadilan gender dan ketidaksesuaiannya dengan tuntunan reformasi melalui program legislasi”.

Bab 3 “Menegakkan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian hukum keadilan dan kebenaran, supremasi hukum, serta menghargai hak asasi manusia”.
Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa hukum nasional sebagai sarana ketertiban dan kesejahteraan masyarakat berintikan keadilan dan kebenaran yang harus dapat berperan mengayomi masyarakat serta mengabdi kepada kepentingan nasional.

Yang menjadi tugas hukum antara lain sebagai berikut :

  1. Menjamin kepastian hukum bagi setiap orang didalam masyarakat.
  2. Menjamin ketertiban, ketentraman, kedamaian, keadilan, kemakmuran, kebahagiaan dan kebenaran.
  3. Menjaga jangan sampai terjadi perbuatan main hakim sendiri dalam pergaulan masyarakat.

  • Macam Hukum

Hukum mempunyai sifat mengatur dan memaksa. Berkenaan dengan tujuan hukum, ada beberapa pendapat sarjana hukum. Prof. Subekti, S.H. mengatakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan negara yang pokoknya ialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya. Menurut Prof. Mr. Dr. L. J. Van Apeldoorn, tujuan hukum ialah mengatur pergaulan hidup secara damai. Hukum menghendaki perdamaian. Sementara itu, bagi Geny, hukum nertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Sebagai unsur keadilan, ada kepentingan daya guna dan kemanfaatan. Sedangkan, menurut Prof. Mr. J. Van Kan hukum bertujuan untuk menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan-kepentingan itu tidak dapat diganggu.

Hukum sebenarnya adalah bagian dari norma yang berlaku bagi masyarakat kita yaitu norma hukum. Selain norma hukum kita juga mengenal norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan. Norma hukum tentunya berbeda dengan norma-norma lainnya yang kemudian norma hukum tersebut disebut sebagai hukum.

Bagi yang melanggar tentunya akan mendapatkan sanksi. Sanksi adalah suatu akibat yang diterima apabila melakukan perbuatan yang melanggar dari pihak yang berwajib menegakan pelaksanaan hukum.

Menurut Pasal 10 KUHP, macam-macam sanksi :

Sanksi pokok terdiri dari:

  1. Hukuman mati
  2. Penjara
  3. Kurungan serta denda

Sanksi tambahan terdiri dari:

  1. Pencabutan hak-hak tertentu
  2. Perampasan barang-barang tertentu
  3. Pengumuman keputusan hakim
  1. Asas dan tujuan hukum

Asas hukum terdiri atas dua, yaitu :

  1. Asas hukum umum, yaitu asas yang berhubungan dengan keseluruhan bidang hukum.
    b. Asas hukum khusus, yaitu asas yang berlaku dalam lapangan hukum tertentu.

Dalam literatur hukum dikenal ada dua teori tentang tujuan hukum yaitu teori etis dan utilites. Teori etis mendasarkan pada etika sedang menurut teori utilitis hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan.

  1. Sikap Kesadaran Hukum

Menurut Prof. Dr. Achmad Ali SH. MH Kesadaran hukum adalah kesadaran tentang keberadaan dan berlakunya norma hukum tertentu. Kesadaran hukum ada dua macam:

  1. Kesadaran hukum yang positif adalah hukum yang untuk maksud baik. Contohnya karena menyadari larangan untuk merampok maka si pelaku tercegah untuk melakukan perampokan.
  2. Kesadaran hukum yang negatif adalah hukum yang digunakan untuk maksud buruk. Contohnya karena menyadari haknya untuk dianggap “tidak bersalah” sebelum putusan hakim dan haknya untuk dibela oleh advokat maka si pelaku berani melakukan korupsi.

  1. Perbuatan Hukum

Perbuatan hukum adalah tindakan yang oleh hukum diberi akibat hukum berdasarkan anggapan bahwa subjek hukum yang melakukannya memang menghendaki timbulnya akibat hukum yang bersangkutan. Perbuatan hukum dapat berupa perbuatan yang sesuai atau menurut aturan hukum dan perbuatan yang melanggar hukum. Perbuatan yang bertentang dengan hukum atau melanggar hukum atau dilarang oleh undang-undang disebut sebagai kejahatan dan pelanggaran. Kejahatan adalah perbuatan melanggar hukum yang dikategorikan berat, sedangkan pelanggaran adalah perbuatan melanggar hukum yang dikategorikan ringan.

  • Penggolongan Hukum
  1. Hukum berdasarkan sumbernya, misalkan undang-undang, kebiasaan, traktat, dan yurisprudensi.
  2. Hukum berdasarkan tempat berlakunya. Dibedakan menjadi hukum lokal, hukum nasional dan hukum internasional
  3. Hukum berdasarkan waktu berlakunya. Terbagi atas hukum positif (ius constitutum) dan hukum dicitakan (ius constituendum).
  4. Hukum berdasarkan isinya. Dibagi atas hukum perdata atau privat dan hukum publik.
  5. Hukum berdasarkan cara mempertahankannya. Terbagi atas hukum material dan hukum formil. Hukum material memuat peraturan yang mengatur hubungan dan kepentingan yang berwujud perintah dan larangan, misalnya hukum pidana, hukum perdata, hukum dagang. Sedangkan hukum formil yaitu hukum yang mengatur cara bagaimana mempertahankan berlakunya hukum material, misalnya bagaimana cara mengajukan tuntutan, cara hakim mengambil keputusan .
  6. Hukum berdasarkan bentuk dan wujud. Terbagi atas hukum tertulis dan hukum tidak tertulis.
  7. Hukum berdasarkan sanksi atau sifat. Terbagai atas hukum yang sifatnya mengatur dan hukum yang sifatnya memaksa.
  • Arti dan Prinsip Negara Hukum

Telah jelas bahwa apabila negara dikendalikan oleh kekuasaan yang korup maka akan menimbulkan kesengsaraan. Oleh karenanya, perlu diadakan suatu kontrol dan aturan yang dapat mengendalikan negara. Sejak zaman city-state (negara kota) di era Yunani kuno, keberadaan negara dikontrol melalui aturan yang disepakati bersama oleh rakyat Yunani. Norma (nomos) mengendalikan kekuasaan (cratos) negara. Maka Yunani telah sejak dulu mengenal adanya nomokrasi, yakni kekuasaan negara yang dikendalikan oleh norma/aturan.

Ide nomokrasi ini identik dengan konsep kedaulatan hukum, bahwa hukum memegang peranan tertinggi dalam kekuasaan negara, yang dibayangkan sebagai faktor penentu dalam penyelenggaraan kekuasaan adalah norma/aturan/hukum. Sesungguhnya yang dianggap sebagai pemimpin dalam penyelenggaraan negara adalah norma/aturan/hukum itu sendiri. Dalam perkembangannya, kedaulatan hukum menjelma menjadi konsep negara hukum.

Pada zaman modern, konsep negara hukum di Eropa Kontinental dikembangkan antara lain oleh Immanuel Kant, Paul Laband, Julius Stahl, Fichte, dan lain-lain dengan menggunakan istilah Jerman rechtsstaat. Sedangkan dalam tradisi Anglo-Saxon, konsep negara hukum dikembangkan atas kepeloporan A.V. Dicey dengan sebutan The Rule of Law.

Selain itu, negara hukum juga dapat dibagi ke dalam negara hukum formil (demokrasi abad XIX) dan negara hukum materil (demokrasi abad XX). Peran pemerintahan dalam negara hukum formil dibatasi. Artinya, pemerintah (negara) hanya menjadi pelaksana segala keinginan rakyat yang dirumuskan para wakilnya di parlemen. Karena sitanya yang pasif ini, maka negara diperkenalkan sebagai nachtwachterstaat (negara penjaga malam).

Negara hukum materil (demokrasi abad XX) mengamanatkan peran bahwa peran negara tidak hanya sebatas penjaga malam, tetapi negara juga harus ikut bertanggung jawab dan ikut campur dalam menciptakan kesejahteraan rakyat.

A.V. Dicey menguraikan tentang negara hukum (The Rule of Law) lewat pengalaman de Tocqueville, seorang Perancis yang mengamati konstitusi Inggris, yang kemudian dipaparkan melalui tiga makna, yakni: pertama, Supremasi dan superioritas hukum reguler (Supremacy of Law) yang mutlak yang bertentangan dengan pengaruh kekuasaan sewenang-wenang, dan mencabut hak prerogatif atau bahkan kekuasaan bertindak yang besar di pihak pemerintah karena munculnya kesewenang-wenangan tersebut.

Kedua, The Rule of Law juga berarti kesetaraan di depan hukum, atau ketundukan setara semua kelompok masyarakat kepada hukum umum negara yang dijalankan oleh mahkamah umum (Equality Before The Law). Ketiga, seseorang dapat dihukum karena melanggar hukum, namun ia tidak dapat dihukum karena alasan lain (Due Procces of Law) atau dengan kata lain, dalam negara hukum pasti berlaku asas legalitas. Para Sarjana Eropa Kontinental—yang diwakili oleh Julius Stahl—menuliskan prinsip negara hukum (Rechtsstaat) dengan mengimplementasikan:

  1. Perlindungan hak asasi manusia;
  2. Pembagian kekuasaan;
  3. Pemerintahan berdasarkan undang-undang;
  4. Peradilan Tata Usaha Negara.

International Comission of Jurists pada konfrensinya di Bangkok (1965) juga menekankan prinsip-prinsip negara hukum yang seharusnya dianut oleh sebuah negara hukum, yaitu:

  1. Perlindungan konstitusional, artinya, selain menjamin hak-hak individu, konstitusi harus pula menentukan cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin;
  2. Badan-badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak;
  3. Pemilihan umum yang bebas;
  4. Kebebasan menyatakan pendapat;
  5. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan beroposisi; dan
  6. Pendidikan kewarganegaraan.

Jimly Ashshiddiqie menuliskan kembali prinsip-prinsip negara hukum dengan menggabungkan pendapat dari sarjana-sarjana Anglo-Saxon dengan sarjana-sarjana Eropa Kontinental. Menurutnya dalam negara hukum pada arti yang sebenarnya, harus memuat dua belas prinsip, yakni:

  1. Supremasi Hukum (Suprermacy of Law).

Dalam perspektif supremasi hukum, pada hakekatnya pemimpin tertinggi negara yang sesungguhnya bukanlah manusia, tetapi konstitusi yang mencerminkan hukum yang tertinggi, The Rule of Law and not of man.

  1. Persamaan dalam hukum (Equality before the Law).

Setiap orang berkedudukan sama dalam hukum dan pemerintahan. Sikap diskrimatif dilarang, kecuali tindakan-tindakan yang bersifat khusus dan sementara yang disebut affirmative action, yakni tindakan yang mendorong dan mempercepat kelompok warga masyarakat tertentu untuk mengejar kemajuan, sehingga mencapai perkembangan yang lebih maju dan setara dengan kelompok masyarakat kebanyakan yang telah lebih maju.

  1. Asas Legalitas (Due Process of Law).

Segala tindakan pemerintahan harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang sah dan tertulis. Setiap perbuatan administrasi harus didasarkan atas aturan atau rules and procedurs (regels). Namun, disamping prinsip ini ada asas frijsermessen yang memungkinkan para pejabat administrasi negara mengembangkan dan menetapkan sendiri beleid-regels atau policy rules yang berlaku secara bebas dan mandiri dalam rangka menjalankan tugas jabatan yang dibebankan oleh peraturan yang sah.

  1. Pembatasan kekuasaan.

Adanya pembatasan kekuasaan negara dan organ-organ negara dengan cara menerapkan prinsip pembagian secara vertikal atau pemisahan kekuasaan secara horizontal. Kekuasaan harus selalu dibatasi dengan cara memisahkan kekuasaan ke cabang-cabang yang bersifat checks and balances dalam kedudukan yang sederajat dan saling mengimbangi serta mengendalikan satu sama lain.

Dapat juga dilakukan pembatasan dengan cara membagikan kekuasaan negara secara vertikal, dengan begitu kekuasaan negara tidak tersentralisasi dan terkonsentrasi yang bisa menimbulkan kesewenang-wenangan. Akhirnya falsafah power tends to corrupt, and absolut power corrupts absolutly bisa dihindari.

  1. Organ-organ eksekutif independen.

Independensi lembaga atau organ-organ dianggap penting untuk menjamin demokrasi, karena fungsinya dapat disalahgunakan oleh pemerintah untuk melanggengkan kekuasaannya. Misalnya, tentara harus independen agar fungsinya sebagai pemegang senjata tidak disalahgunakan untuk menumpas aspirasi pro-demokrasi.

      6. Peradilan bebas dan tidak memihak (independent and impartial judiciary)

Dalam menjalankan tugas yudisialnya, hakim tidak boleh dipengaruhi oleh siapapun juga, baik karena kepentingan jabatan (politik) maupun kepentingan uang (ekonomi). Untuk menjamin keadilan dan kebenaran, tidak diperkenankan adanya intervensi ke dalam proses pengambilan putusan keadilan oleh hakim, baik intervensi dari lingkungan kekuasaan eksekutif maupun legislatif ataupun dari kalangan masyarakat dan media massa. Namun demikian, hakim harus tetap terbuka dalam pemeriksaan perkara dan menghayati nilai-nilai keadilan dalam menjatuhkan putusan.

     7. Peradilan Tata Usaha Negara.

Dalam setiap negara hukum, harus terbuka kesempatan bagi setiap warga negara untuk menggugat keputusan pejabat administrasi negara dan dijalankannya putusan hakim tata usaha negara (administrative court) oleh pejabat administrasi negara. Pengadilan administrasi negara ini juga menjadi penjamin bagi rakyat agar tidak di zalimi oleh negara melalui keputusan pejabat administrasi negara.

  1. Peradilan Tata Negara (Constitutional Court).

Pentingnya Constitutional Court adalah dalam upaya untuk memperkuat sistem checks and balances antara cabang-cabang kekuasaan yang sengaja dipisahkan untuk menjamin demokrasi.

  1. Perlindungan hak asasi manusia.

Perlindungan terhadap hak asasi manusia dimasyarakatkan secara luas dalam rangka mempromosikan penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia sebagai ciri yang penting suatu negara hukum yang demokratis.

  1. Bersifat demokratis (democratische rechtsstaat).

Negara hukum yang bersifat nomokratis harus dijamin adanya demokrasi, sebagaimana di dalam setiap negara demokratis harus dijamin penyelenggaraannya berdasar atas hukum. Jadi negara hukum (rechtsstaat) yang dikembangkan bukanlah negara hukum yang absolut (absolute rechtsstaat) melainkan negara hukum yang demokratis (democratische rechtsstaat).

  1. Berfungsi sebagai sarana mewujudkan tujuan bernegara (Welfare Rechtsstaat).

Sebagaimana cita-cita nasional Indonesia yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945, tujuan bernegara Indonesia dalam rangka melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Negara hukum berfungsi sebagai sarana untuk mewujudkan dan mencapai keempat tujuan negara Indonesia tersebut. Dengan demikian, pembangunan negara Indonesia tidak terjebak pada rule-driven, melainkan mission driven, tetapi mission driven yang didasarkan atas aturan.

  1. Transparansi dan kontrol sosial.

Adanya transparansi dan kontrol sosial yang terbuka terhadap setiap proses pembuatan dan penegakan hukum, sehingga kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam mekanisme kelembagaan resmi dapat dilengkapi secara komplementer oleh peran serta masyarakat secara langsung.

Singkatnya, negara berdasarkan hukum (negara hukum) secara esensi bermakna hukum adalah “supreme” dan kewajiban bagi setiap penyelenggara negara atau pemerintahan untuk tunduk dan patuh pada hukum (subject to the law), tidak ada kekuasaan diatas hukum (above the law). Semuanya ada di bawah hukum (under the law). Dengan kedudukan ini tidak boleh ada kekuasaan yang sewenang-wenang (arbitrary power) atau penyalahgunaan kekuasaan (missuse of power). Hukum dan prinsip-prinsipnya harus menjadi panglima dalam penyelenggaraan kekuasaan negara.

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Strong mendefinisikan negara kesatuan sebagai sebuah negara yang diorganisir di bawah satu pemerintahan pusat. Artinya, kekuasaan apapun yang dimiliki berbagai distrik di dalam wilayah yang dikelola sebagai suatu keseluruhan oleh pemerintah pusat harus diselenggarakan menurut kebijakan pemerintah itu. Lebih lanjut Strong menyatakan bahwa sebuah negara kesatuan setidaknya mempunyai dua sifat penting yakni (i) supremasi parlemen pusat dan (ii) tidak adanya badan-badan berdaulat tambahan.

Supremasi parlemen pusat dimaknai bahwa dalam negara kesatuan hanya ada satu lembaga legislatif yang selalu memegang kekuasaan tertinggi secara absolut. Sifat ini membedakannya dengan paham dalam negara federal yang lembaga legislatifnya ada dua—lembaga legislatif federal dan lembaga legislatif negara bagian—satu lembaga untuk setiap bidang wewenangnya sendiri dan tidak berkuasa secara universal. Tidak adanya badan-badan berdaulat tambahan diartikan sebagai tidak adanya otoritas lain selain otoritas tertinggi. Jika otoritas pusat membawahi otoritas-otoritas lain yang menjadikannya tidak berdaya untuk turut campur dengan proses perundang-undangan biasa (selain yang ditetapkan dalam konstitusi), maka otoritas pusat itu adalah otoritas federal. Apabila otoritas pusat membawahi otoritas-otoritas lain yang dapat dibuat atau dihapuskan menurut kehendaknya, maka otoritas itu adalah otoritas tertinggi dan negara dengan batas-batas otoritas tak terbatas ini disebut dengan negara kesatuan.

Di Indonesia, konstitusi pra-amandemen maupun konstitusi pasca-amandemen telah jelas menyatakan bahwa negara ini adalah negara kesatuan. Dalam Pasal 1 ayat (1) ditulis: “Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk republik.” Paham negara kesatuan Indonesia dipaparkan oleh Soepomo dengan paham integralistik (penyatuan/kesatuan) atau lebih dikenal dengan staatsidee Integralistik yang disampaikan di depan sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.

Menurut Soepomo, dari berbagai aliran yang diterapkan ke dalam negara maka aliran nasional-sosialis—persatuan antara pemimpin dan rakyat serta persatuan dalam negara seluruhnya—merupakan aliran yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.

Soepomo menyatakan: “Manusia sebagai seorang tidak terpisah dari seseorang lain dari dunia lain, golongan-golongan manusia, malah segala golongan mahluk, segala sesuatu bercampur-baur dan bersangkut-paut, segala sesuatu berpengaruh-mempengaruhi dan kehidupan bersangkut-paut. Inilah ide totaliter, ide integralistik dari bangsa Indonesia, yang berujud pula dalam susunan tata negaranya yang asli….bahwa jika kita hendak mendirikan negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan corak masyarakat Indonesia, maka negara kita harus berdasar atas aliran pikiran (staatsidee) negara yang integralistik…..”

Negara kesatuan yang diperkenalkan oleh Soepomo, dalam perubahan kontitusi—hingga perubahan keempat—tetap dipertahankan. Pasal 1 ayat (1) tidak dirubah. Negara persatuan/negara kesatuan menjelma menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan keberadaan NKRI ini menjadi keharusan. Barang siapa ingin merubah NKRI berarti dia melawan konstitusi.

Dalam penjelasan UUD pra-amandemen, pada bab II. “pokok-pokok pikiran dalam “pembukaan” dinyatakan:

“…..Dalam pembukaan ini diterima aliran pengertian negara persatuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa dan seluruhnya. ….Negara, menurut pengertian “pembukaan” itu menghendaki persatuan, meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya, inilah suatu dasar negara yang tidak boleh dilupakan.”

Pada tulisan sebelumnya telah didapatkan kesimpulan bahwa negara hukum adalah sebuah negara yang menjadikan hukum sebagai panglima dalam penyelanggaraan negara. Tentunya maksud hukum sebagai panglima tersebut diterapkan melalui pelaksaanaan prinsip-prinsip negara hukum. Pada ranah lain, negara kesatuan—dengan mengutip tulisan Strong—diartikan dengan penyelenggaraan negara harus di organisir dari pemerintah pusat. Strong selanjutnya menuliskan bahwa negara kesatuan tersebut harus memiliki sifat (i) supremasi parlemen pusat dan (ii) tidak adanya badan-badan berdaulat tambahan. Di Indonesia, konsep negara kesatuan di perkenalkan oleh Soepomo dalam pidatonya di depan sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945.

Terdapat kemiripan konsep negara kesatuan yang ditulis oleh Strong dengan konsep yang ditawarkan oleh Soepomo. Keduanya telah diakomodir dalam UUD pra-amandemen, dengan implementasi bahwa Indonesia memiliki MPR yang menjadi lembaga tertinggi sebagai pelaksana kedaulatan rakyat secara penuh. Pasal 1 ayat (2) UUD pra-amandemen mengatakan “Kedaulatan berada di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”. Pasal ini mensuratkan bahwa kedaulatan negara ini ada ditangan rakyat dan yang mempunyai wewenang penuh untuk melaksanakan kedaulatan rakyat tersebut adalah MPR. Mungkin konsep seperti ini yang dibicarakan oleh Strong dengan “supremasi parlemen pusat.”

Keberadaan dewan perwakilan (DPRD) di daerah pun harus tunduk pada majelis tertinggi. Dewan perwakilan di daerah tidak punya kuasa untuk membuat kebijakannya sendiri. Kebijakan yang dijalankan haruslah berasal dari pemerintah pusat. Mungkin pula konsep seperti ini yang dinyatakan oleh Strong dengan “tidak adanya badan-badan berdaulat tambahan”.

Namun kenyataannya, konsep negara kesatuan yang diterapkan di Indonesia sebelum perubahan UUD tidak mengakomodir prinsip negara hukum dalam arti sebenarnya. MPR yang kekuasaannya berasal dari kedaulatan rakyat, dimainkan sedemikian rupa oleh Presiden sehingga hampir 32 tahun (1966-1998) penyelenggaraan negara menabrak prinsip-prinsip negara hukum. Beberapa contoh misalnya, Prinsip supremacy of law tidak dijalankan.

Kekuasaan berada penuh ditangan Presiden, yang terjadi bukanlah hukum yang menjadi panglima, tetapi Presidenlah yang menjadi panglima. sektor ekonomi digenjot begitu rupa untuk “pembangunan”. Kaum pemodal baik asing maupun dalam negeri diundang untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Regulasi dimuluskan oleh Presiden dan para kroninya guna mendukung usaha “pembangunan” ini. Banyaknya investasi yang ditanam menjadi lahan basah untuk menggarap pohon korupsi. Pundi-pundi korupsi yang ditumpuk oleh oknum pejabat negara makin berlimpah dan merajalela. Diakui atau tidak, kenyataannya Presiden (penguasa) “memuluskan” jalan korupsi para oknum ini, dan parahnya hukum tidak bisa menjangkau mereka. Pada titik ini The Rule of Law and not of man tidak berjalan.

Kedudukan yang sama di depan hukum (equality before the law) juga tidak berlaku. Para pejabat negara yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme jarang bisa dijerat dengan hukum. Mereka aman berlindung dibawah ketiak penguasa (Presiden). Jerat hukum hanya bisa menjangkau kaum tidak berpunya (the not have society). Orang yang hanya mencuri ayam untuk dijual kembali—karena tidak makan seharian—akan dikurung atau bahkan, apabila psikologi masyarakat lagi panas, dibakar tanpa ampun. Bagi orang kecil, dekil dan miskin, perjuangan untuk mencari sesuap nasi di republik ini bagaikan menanam duri dalam samudra, sulit dan butuh pengorbanan yang sangat. Jerat hukum tidak bisa menjangkau kaum berpunya (the have society). Oknum yang korupsi hingga milyaran rupiah, bebas bertolak-pinggang dan keluar-masuk negara ini tanpa takut akan ditangkap oleh penegak hukum. Equality before the law hanyalah angan-angan semua yang berada di menara gading.

Asas legalitas (due process of law) menjadi mimpi diatas mimpi. Jarang sekali menjadi nyata. Penguasa mnggunakan pasal-pasal penyebar kebencian, Pasal 154, 154a, 155, 156, 156a. 157, dan 160 KUHP/hartzai artikelen, untuk membungkam aktivis pro-demokrasi. Tindakan subversif adalah alasan yang paling sering ditujukan kepada mereka yang menanyakan keadilan, demokrasi dan semacamnya secara terang-terangan. Pemberlakuan kekuatan militer (tentara) untuk menumpas kelompok yang dianggap “para gerombolan” dan pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) di beberapa daerah seakan menjadi pembenaran. Parahnya lagi, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang sedikit vokal saja terhadap kebijakan pemerintah akan tinggal nama belaka. Mereka hilang (dihilangkan) sampai-sampai kuburnya pun tidak diketahui dimana letaknya.

Lalu bagaimanakah penerapan negara hukum dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pasca-amandemen (UUD NRI 1945)? beberapa pasal dirubah melalui proses amandemen, akibatnya substansi penyelenggaraan negara pun berubah. Namun, negara ini tetap menjadi Negara Kesatuan. Beberapa pasal yang dirubah tersebut misalnya Pasal 1 ayat (2) UUD 1945: “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratn Rakyat.” menjadi: “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya menurut Undang-Udanng Dasar.”

Pasal 1 ayat (1) UUD NRI 1945 itu adalah tanda bahwa negara ini akan menjadikan hukum sebagai panglima, karena penyelanggaraan kekuasaan negara haruslah didasarkan atas hukum (UUD), tidak lagi dipegang penuh oleh Majelis Permusyawaratan. Jaminan Hak Asasi Manusia (HAM) pun semakin diperkuat. Sebelumnya, jaminan HAM hanya diakomodir dengan pasal 28 saja. Sekarang jaminan terhadap HAM diakomodir pada pasal 28, 28A, 28B, 28C, 28D, 28E, 28F, 28G, 28H, dan 28I UUD NRI 1945.

Rakyat dijamin hak-haknya. Dengan akomodasi pasal-pasal HAM ini, harapan untuk menciptakan equality before the law dan due process of law dapat tumbuh dalam langgam bahasa hati rakyat.

Dengan demikian, seperti di ungkapkan oleh John Locke bahwa negara harus memegang kewajiban-kewajiban dalam bentuk :

  1. Kekuasaan legislatif tidak boleh digunakan untuk mengatur nasib rakyat secara sembarangan;
  2. Kekuasaan negara tidak boleh dijalankan tanpa pertimbangan yang matang;
  3. Pemerintah tidak boleh mengambil atau merampas hak milik rakyat tanpa persetujuan; dan
  4. Perundang-undangan harus menjamin agar kekuasaan politik digunakan bagi kepentingan umum akan terealisasi dalam koridor NKRI.

Terlepas dalam perjalanannya nanti, apakah konsep negara hukum dapat terus dijaga dan dilestarikan dalam NKRI atau tidak, setidaknya pada saat ini prinsip negara hukum telah bisa dimasukkan dalam konstitusi. Dan selanjutnya dijalankan oleh lembaga kekuasaan penyelenggara negara, karena hakekatnya kedaulatan ada ditangan rakyat dan negara ini adalah milik rakyat bukan penguasa.

Continue reading “Pendidikan Kewarganegaraan : Sistem Hukum dalam NKRI”

Posted in Education

Makalah Bahasa Indonesia : Pembangunan Konteks dan Permodelan Teks Cerita Sejarah

MAKALAH

PEMBANGUNAN KONTEKS DAN PEMODELAN TEKS CERITA SEJARAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Bidang

Studi  Bahasa Indonesia Semester 1

Tahun Ajaran 2015/2016

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4

SAMARINDA


Continue reading “Makalah Bahasa Indonesia : Pembangunan Konteks dan Permodelan Teks Cerita Sejarah”