Posted in Education, Uncategorized

Filosofi Bunga Matahari ‘Si Penyejuk’

Awalnya, aku menyukainya tanpa sebab.

Dia indah, tanpa tahu siapa saja yang menyukainya.

Melihatnya saja sudah membuat bahagia, tanpa bisa menyentuhnya~

.

Sampai akhirnya, dibalik keindahannya terdapat pula filosofi indah yang menenangkanku. Aku mendapatkannya dari sebuah situs “Makna Filosofi Bunga Matahari” /Jangan salahkan minatku akan bacaan yang begitu besar/

 

SunFlower1
Link Pict 1
Bunga matahari memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Filosofi bunga matahari sendiri, memiliki arti kesetiaan. Karena penampang bunga ini selalu setia mengikuti arah matahari bersinar. Dia juga memiliki warna kuning yang identik dengan arti kehangatan dan kebahagiaan.

/Benar-benar menggambarkan hati seseorang ya? heheh :D/

 

https://id.pinterest.com/pin/793196553095031355/
Link Pict 2

Bunga matahari memiliki nama latin Heliantus annus L. Heli berarti matahari dan annus yaitu semusim. Dengan begitu, bunga matari sering disebut bunga semusim. Berdasarkan penelitian dari beberapa orang bunga matahari ini dapat diklasifikasikan dan morfologikan adalah sebagai berikut.

Klasifikasi bunga matahari

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnolipyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Asterales

Famili : Astereceae

Genus :Helianthus

Spesies : Helianthus annus L ( Neti, 20013 : 61 dan Cronquist, 1981 : 1025 – 1026 )

(Sumber : http://fredikurniawan.com/klasifikasi-dan-morfologi-bunga-matahari/ )

Bunga matahari termasuk dalam tanaman semusim dari suku kenikir. Bunga matahari biasanya dapat dimanfaatkan dengan diambil minyaknya, dapat juga digunakan sebagai bahan pangan yaitu biji kwaci, dapat juga dijadikan pakan ternak dan pupuk serta untuk hiasan taman.

Bunga Matahari merupakan jenis bunga majemuk yang terdiri dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada tongkolnya. Bunga matahari memiliki perilaku yang khas yaitu selalu mengikuti arah sinar matahari. Sifat inilah yang mengawali filosofi bunga matahari tersebut, dihubungkan dengan kesetiaan. Selain itu bunga ini juga menjadi bagian bunga nasional Ukraina dan menjadi bunga resmi negara dibagian Kansas, Amerika Serikat.

Dan fakta yang ada, ternyata bunga matahari juga memiliki filosofi lain selain lambang kesetiaan loh ❤

1.Lambang Kepatuhan

Bunga matahari sering dijadikan sebagai lambang kepatuhan. Seperti yang diketahui, setiap matahari terbit hingga terbenam maka bunga matahari akan terus menghadap ke arah matahari.

Tidak ada sifat pembangkang pada bunga matahari terhadap matahari. Sang bunga terus menatap ke arah matahari bergerak. Dengan begitu, maka bunga matahari menjadi salah satu lambang kepatuhan kepada Sang Pencipta.

2.Lambang keceriaan dan kebahagiaan

Bunga matahari sering disebut sebagai salah satu lambang keceriaan dan kebahagiaan. Warnanya yang cerah (kuning) dianggap sebagai keceriaan dan kebahagiaan. /Wah, menggambarkan diri sun banget nih 😀 /

Bunga matahari tidak hanya memiliki warna cerah pada kelopaknya saja, melainkan biji pada bunga ini juga berwarna cerah. Hal inilah yang menjadikan bunga ini menjadi simbol dari keceriaan dan kebahagiaan.

3.Lambang perhabatan dan persaudaraan

Walaupun bunga ini memiliki warna yang cerah namun tidak satupun yang menyatakan cintanya dengan bunga matahari. Artinya, bunga matahari tidak menggambarkan kesan romantisme. /Walaupun begitu, sun mau banget nih dikasih bunga matahari 🙂 /

Namun lambang kesetiaan yang ada pada bunga matahari lebih dekat kepada persahabatan atau persaudaraan. Paduan makna kesetiaan dan keceriaan lebih tepat pada persaudaraan dan persahabatan daripada pada seorang kekasih atau hubungan percintaan.

4.Lambang persatuan

Bunga matahari memiliki ciri yang berbeda dengan bunga yang lain. Yakni pada bunga matahari terdapat banyak bunga dalam satu tandan. Tidak hanya puluhan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa banyaknya bunga tabung dalam satu bunga matahari bisa mencapai 2000 bunga. Artinya, bunga ini memberikan makna kebersamaan dan persatuan.

Beberapa orang juga menyebutkan bahwa makna dari banyaknya bunga dalam satu bunga matahari adalah kesamaan visi dan misi dalam satu komunitas atau kelompok akan menghasilkan sesuatu yang besar dan indah.

(Sumber : http://www.malesnulis.com/filosofi-bunga-matahari/ )

 

Nah, itu dia sedikit penjelasan mengenai bunga matahari yang bener-bener bikin sun tenang banget. Karena rasa suka sun sama bunga matahari, jadi deh web ini bernamakan sunshine hehehe~

Advertisements
Posted in Education, Uncategorized

Sejarah Fisika : Era Fisika Modern

ERA FISIKA MODERN

 

          1.  Latar Belakang Lahirnya Fisika Kuantum

Fisika modern merupakan salah satu bagian dari ilmu fisika yang mempelajari perilaku materi dan energy pada skala atomik dan partikel-partikel subatomik atau gelombang. Ilmu fisika modern dikembangkan pada abad 19, dimana perumusan-perumusan dalam fisika klasik tidak lagi mampu menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada materi yang sangat kecil.

Mulai tahun 1900 hingga periode pasca perang, teori kuantum yang menjadi titik awal lahirnya fisika modern mendapat perhatian serius dari puluhan fisikawan.

 2.  Lahirnya Fisika Modern

Faktor-faktor yang mendorong lahirnya fisika modern diawali  oleh tiga percobaan yang tidak bisa dijelaskan oleh teori fisika klasik (teori fisika abad     19 M yang sepenuhnya merujuk pada teori mekanika Newton dan elektromagnetisme Faraday – Maxwell). Tiga percobaan yang tidak bisa dijelaskan oleh fisika klasik tersebut meliputi percobaan radiasi benda hitam, efek fotolistrik dan spektrum gas. Ketiga percobaan tersebut melibatkan interaksi radiasi dan materi.

Teori kuantum merupakan teori yang awalnya dikemukakan oleh Max Planck. Teori yang baru ini menurut James Jeans menandai berakhirnya era mekanika. Teori kuantum di belakang hari dianggap sebagai gagasan paling cemerlang yang pernah dibuat oleh manusia.  Mengingat teori ini berhasil menjelaskan banyak sekali gejala fisika, mulai dari susunan berkala unsur – unsur dan terjadinya reaksi kimia, kerja laser dan mikrochip, hingga kestabilan pada DNA dan penembukan alfa ke inti atom. Karena itu tidaklah mengherankan jika Niels Bohr menyatakan bahwa teori kuantum yang pada awalnya diprakarsai oleh Max Planck ini telah mengambil secara radikal interpretasi fenomena alam yang telah ada sebelumnya karena gambaran yang dihadirkan oleh teori kuantum mengenai jagat raya yang merupakan interpretasi baru menggantikan interpretasi fisika klasik.

 

For the complete document, click link below :

MAKALAH ERA FISIKA MODERN

and for the presentation document :

ERA FISIKA MODERN FIX PRESENTATION

 

Posted in Education, Uncategorized

Makalah dan Presentasi Fisika Lingkungan – Kondisi Hutan di Kalimantan Timur

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, maka tekanan terhadap lingkungan pun makin meningkat, terutama terhadap hutan. Bisa dikatakan, makin tinggi LPP makin tinggi pula laju kerusakan hutan (deforestasi).

Menurut Goeltenboth (1992), kerusakan hutan tropis awalnya bisa disebabkan banyak hal, misalnya karena pertumbuhan penduduk, kemiskinan, masalah utang luar negeri dan kondisi perekonomian yang buruk. Namun untuk sebagian besar penyebab utamanya karena perluasan lahan pertanian dan perkebunan, pembangunan berbagai proyek swasta besar, serta eksploitasi berlebihan terhadap sumberdaya kayu.

Sedangkan menyangkut penduduk asli disebutkan, bahwa selama berabad-abad, penduduk asli dalam memanfaatkan hutan tanpa merusak keseimbangan ekosistem. Bisa dikatakan bahwa penyebab utama terjadinya kerusakan hutan ialah akibat sikap rakus sebagian pendatang dalam mengeksploitasi lingkungan.

Diperkirakan penebangan hutan berlangsung dengan kecepatan sekitar 1 persen per tahun, atau sekitar 20-40 hektar hutan hilang tiap menit. Keberadaan hutan tropis, termasuk hutan di Kalimantan, terancam oleh dua kegiatan, pertama adanya penebangan secara selektif, terutama untuk menyediakan bahan baku industri kayu (Logs, sawn wood, plywood); kedua adanya penebangan seluruh areal, baik untuk kegiatan pertanian tebar bakar (slash-and-burn agriculture) atau perladangan, membuka perkebunan, peternakan, pertambangan atau industry kayu.

Hutan Kalimantan mengandung ribuan spesies burung, reptil dan amfibi. Selain itu merupakan “bank genetik” untuk keperluan pemuliaan tanaman (plant breeding), serta banyak terdapat tumbuhan obat-obatan dan florikultur seperti anggrek. Selain kayu, hutan di Kalimantan juga menghasilkan tengkawang, damar, bambu, minyak kayu putih, terpentin, gondorukem, rotan, sirap, arang, madu, dan sebagainya.

Fungsi ekologi hutan berkaitan dengan isu mengenai pemanasan global dan bocornya lapisan ozon. Bagaimanapun hutan di Kalimantan memberikan kontribusi yang tak sedikit terhadap keseimbangan ekosistem Kalimantan. Seperti melindungi daerah aliran sungai (DAS), menyeimbangkan berbagai siklus unsur hara dan siklus hidrologi, sumber karbon, mengurangi pencemaran udara dan mempengaruhi iklim mikro. Sudah selayaknya di kota-kota yang memiliki unit-unit industri seperti Bontang, Balikpapan, Banjarmasin, dan sebagainya disediakan areal khusus untuk hutan kota.

Menurut laporan FAO tahun 1989, ternyata laju kerusakan hutan di Kalimantan mencapai lebih dari 600 ribu hektar per tahun, dan merupakan yang paling tinggi dibanding pulau-pulau lainnya di Indonesia. Hal tersebut tentu saja patut digaris-bawahi, jangan sampai laju kerusakan tersebut makin tidak terkendali.

Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, tak mustahil suatu saat di Kalimantan terjadi proses penggurunan (desertifikasi). Di Planet Bumi sudah ada Gurun Sahara, Gurun Gobi, dan sebagainya. Nah, jangan sampai ada yang dinamakan Gurun Kalimantan. Sudah semestinya prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan benar-benar diterapkan.

 

If you want complete download, click the link below:

MAKALAH FISIKA LINGKUNGAN – KONDISI HUTAN KALIMANTAN TIMUR

and for the presentation document:

FISIKA LINGKUNGAN – KONDISI HUTAN KALIMANTAN TIMUR

Posted in Education, Uncategorized

Kimia Fun : Reaksi Redoks

Reaksi redoks (reduksi-oksidasi) adalah reaksi kimia yang melibatkan perubahan bilangan oksidasi. Pada dasarnya, reaksi redoks adalah gabungan dari dua reaksi setengah, yaitu reaksi setengah reduksi dan reaksi setengah oksidasi. Seperti yang telah kita pelajari di kelas X, reaksi oksidasi adalah reaksi di mana suatu spesi melepaskan elektron sehingga mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi di mana suatu spesi mengikat elektron sehingga mengalami penurunan bilangan oksidasi. Pada suatu reaksi kimia yang lengkap, reaksi oksidasi selalu diikuti oleh reaksi reduksi sehingga reaksi yang terjadi disebut reaksi redoks.

Berikut adalah contoh reaksi setengah reduksi:

Cu2+(aq) + 2e-  → Cu(s)

Pada reaksi di atas, kita melihat bahwa unsur tembaga (Cu) mengalami penurunan bilangan oksidasi dari +2 menjadi 0 dengan mengikat 2 elektron. Berikut adalah contoh reaksi setengah oksidasi:

Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e-

Pada reaksi di atas, kita melihat bahwa unsur Zn mengalami kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2. Apabila kedua reaksi setengah digabungkan menjadi satu kesatuan reaksi redoks yang lengkap, persamaan reaksi menjadi:

Cu2+(aq) + 2e–  → Cu(s)

Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e

Cu2+(aq) + Zn(s) → Cu(s) + Zn2+(aq)

Secara utuh, reaksi lengkap di atas menunjukkan bahwa ion Cu2+ mengoksidasi logam Zn. Dengan demikian, kita menyebut Cu2+ sebagai pengoksidasi (oksidator). Sementara itu, logam Zn mereduksi ion Cu2+. Maka, Zn adalah pereduksi (reduktor). Dalam reaksi setengah masing-masing, Cu2+ yang bertindak sebagai oksidator pada reaksi lengkap, adalah reaktan yang mengalami reduksi. Sedangkan Zn yang bertindak sebagai reduktor pada reaksi lengkap, adalah reaktan yang mengalami oksidasi. Kesimpulannya, agar lebih mudah mengingat, kita dapat menggunakan prinsip berikut untuk menentukan reduktor dan oksidator, yaitu:

Pelaku mengalami yang sebaliknya

Dalam banyak aplikasi stoikiometri, penyetaraan reaksi menjadi aspek penting yang menentukan penyelesaian suatu soal, tidak terkecuali reaksi redoks. Berbeda dengan reaksi nonredoks, penyetaraan dalam reaksi redoks memerlukan langkah khusus agar lebih mudah. Secara umum, penyetaraan reaksi redoks dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode bilangan oksidasi atau perubahan bilangan oksidasi (PBO) dan metode ion elektron (setengah reaksi).

  1. METODE BILANGAN OKSIDASI (PERUBAHAN BILANGAN OKSIDASI/PBO)

Metode bilangan oksidasi adalah cara menyetarakan reaksi redoks dengan menentukan kesetaraan perubahan bilangan oksidasi spesi-spesi yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Perhatikan contoh reaksi berikut beserta langkah-langkah dalam penyetaraan reaksi redoks menggunakan metode PBO!

MnO4(aq) + C2O42-(aq) → Mn2+(aq) + CO2(g) (suasana asam)

  1. Tentukan unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi (biloks), dan tentukan berapa biloksnya pada ruas kiri dan kanan.

Pada reaksi di atas, yang mengalami perubahan biloks adalah unsur Mn dan C. Biloks Mn berubah dari +7 pada ruas kiri menjadi +2 pada ruas kanan, sedangkan biloks C berubah dari +3 pada ruas kiri menjadi +4 pada ruas kanan.

(+7)              (+3)                 (+2)          (+4)

MnO4(aq) + C2O42-(aq) → Mn2+(aq) + CO2(g)

  1. Pastikan unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks berjumlah setara di ruas kiri dan kanan: tambahkan koe sien reaksi yang sesuai.

Pada reaksi tersebut, unsur Mn sudah memiliki jumlah yang sama di ruas kiri dan kanan. Untuk unsur C, kita perlu menambahkan koe sien 2 pada CO2 di ruas kanan.

(+7)           (+3)                   (+2)            (+4)

MnO4(aq) + C2O42-(aq) → Mn2+(aq) + 2CO2(g)

  1. Hitung perubahan biloks dari unsur-unsur yang mengalami perubahan biloks: selisih total biloks pada ruas kiri dengan total biloks pada ruas kanan.

Total perubahan biloks Mn adalah (+2) – (+7), yaitu –5. Sedangkan total perubahan biloks C adalah (2 × (+4)) – (2 × (+3)), yang sama dengan (+8) – (+6), yaitu +2.

1

  1. Setarakan perubahan biloks reduksi dengan oksidasi: jumlah kenaikan biloks harus sama dengan jumlah penurunan biloks.2
  2. Berikan koe sien yang sesuai dengan hasil penyetaraan yang dilakukan pada langkah 4.

2MnO4(aq) + 5C2O42-(aq) → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g)

  1. Apabila ada perbedaan jumlah atom oksigen di ruas kiri dengan kanan, tambahkan H2O pada ruas yang kekurangan oksigen, sejumlah kekurangannya. Sampai pada langkah 5, kita melihat bahwa ruas kanan kekurangan 8 atom oksigen dari ruas kiri, sehingga kita menambahkan 8H2O pada ruas kanan.

    2MnO4(aq) + 5C2O42-(aq) → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g) + 8H2O

  2. Suasana Asam: Setelah menambahkan H2O pada ruas yang kekurangan jumlah atom oksigen sebanyak kekurangannya, selanjutnya tambahkan ion H+ pada ruas lainnya sebanyak 2× jumlah H2O yang ditambahkan pada langkah 6. Suasana Basa: Tambahkan H2O pada ruas yang kekurangan jumlah atom oksigen dan ion H+ di ruas lainnya seperti pada suasana asam. Kemudian, tambahkan ion OH- di ruas kiri dan kanan, sama banyaknya dengan ion H+ yang ada. Selanjutnya, ion H+ dan OH- yang berada di ruas yang sama akan menjadi H2O. Hitung selisih H2O pada kedua ruas. Pada akhirnya, akan tersisa ion OH- di salah satu ruas. Karena reaksi antara ion permanganat dan ion oksalat terjadi pada suasana asam, maka kita akan mengikuti langkah penyetaraan untuk suasana asam.

    2MnO4(aq) + 5C2O42-(aq) + 16H+  → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g) + 8H2O

  3. Apabila ada spesi-spesi lain yang tidak terlibat pada reaksi redoks, pastikan mereka juga sudah setara.

  4. Cek kesetaraan reaksi dengan menghitung: 1) jumlah atom ruas kiri telah sama dengan ruas kanan, 2) jumlah muatan ruas kiri telah sama dengan ruas kanan. Setelah menghitung jumlah atom dan muatan kedua ruas yang sudah setara, maka hasil penyetaraan reaksi di atas adalah :

    2MnO4(aq) + 5C2O42-(aq) + 16H+  → 2Mn2+(aq) + 10CO2(g) + 8H2O

     

    B. METODE ION ELEKTRON (SETENGAH REAKSI)

Metode ion elektron atau setengah reaksi adalah metode penyetaraan reaksi redoks dengan cara memisahkan reaksi setengah reduksi dengan reaksi setengah oksidasi, kemudian penyetaraan dilakukan dengan menyamakan jumlah elektron yang muncul pada masing-masing reaksi setengah. Kita akan menggunakan kembali reaksi redoks antara ion permanganat dan ion oksalat untuk memahami langkah-langkah penyetaraan dengan metode setengah reaksi.

MnO4(aq) + C2O42-(aq) → Mn2+(aq) + CO2(g) (suasana asam)

 

For the complete document, click link below :

Kimia Fun – Reaksi Redoks

 

Posted in Education, Uncategorized

Kimia Fun : Kimia Unsur

KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR DI ALAM

1. Struktur Lapisan Bumi

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia membutuhkan senyawa-senyawa kimia yang tersedia di bumi. Senyawa-senyawa tersebut dapat berasal dari kerak bumi dan atmosfer. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan dengan karakteristik yang khas, yang berasal dari kandungan utama pada lapisan tersebut, yang secara umum dibagi menjadi lima bagian. Dari bagian terluar hingga yang terdalam, bumi terdiri atas atmosfer yang tersusun dari campuran berbagai gas, hidrosfer yang komponen utamanya adalah air, litosfer, mantel, dan inti bumi.

2. Komposisi Lapisan Bumi

  1. Atmosfer

Atmosfer merupakan lapisan yang berwujud gas dengan ketebalan 1.100 km dan lebih dari separuh gas penyusun  atmosfer  terkonsentrasi  pada  hingga  ketinggian 5,6 km. Kandungan gas di atmosfer semakin menipis pada ketinggian yang semakin meningkat. Gas-gas dengan massa terendah, seperti gas helium dan hidrogen, terkonsentrasi di bagian luar. Gas-gas dengan massa yang lebih besar berada lebih dekat dengan bumi karena pengaruh gravitasi bumi. Tabel berikut adalah komposisi gas pada atmosfer bumi.

 

 

No.

Gas Penyusun Atmosfer

 

Kadar (%)

Nama

Rumus Molekul

1

Nitrogen

N2

78,08

2

Oksigen

O2

20,95

3

Argon

Ar

0.934

4

Karbon dioksida

CO2

0,0314

5

Neon

Ne

0,00182

6

Helium

He

0,000524

7

Kripton

Kr

0,000114

8

Hidrogen

H2

0,00005

9

Xenon

Xe

0,000008

10

Gas-gas lain

CO, NO, SO2, dll.

< 0,002

2. Hidrosfer

Hidrosfer adalah lapisan cair (air), termasuk lautan, yang menutupi sekitar 70% bumi. Hidrosfer mengandung air yang melarutkan berbagai senyawa dan ion yang merupakan sumber bahan kimi untuk industri, seperti ion nartrium dan ion klorida pada senyawa garam dapur (NaCl), ion magnesium, ion kalsium, ion bromida, dan sebagainya. Kedalaman laut diperkirakan lebih dari 3000 m.

  1. Litosfer

Litosfer disebut juga kerak bumi dengan ketebalan 100 km. Berbagai mineral dan bijih tambang terdapat di litosfer. Mineral adalah senyawa yang berwujud padat dengan komposisi kimia tertentu mengandung logam, sedangkan bijih adalah senyawa logam yang dapat dimanfaatkan secara ekonomis sebagai sumber suatu logam. Tabel berikut memberikan contoh beberapa jenis mineral dan contohnya.

Tipe Mineral

Contoh

Karbonat

BaCO3 (wiserit), CaCO3 (kalsit/batu kapur), MgCO3 (magnesit), CaCO3.MgCO3 (dolomit), PbCO3 (serusit),  ZnCO3 (smitsonit)

Halida

CaF2 (fluorit), NaCl (halit), KCl (silvit), Na3AlF6 (kriolit)

Tipe Mineral

Contoh

Oksida Al2O3.2H2O (bauksit), Al2O3  (korundum), Fe2O3  (hematit), Fe3O4
  (magnetit), Cu2O (kuprit), MnO2  (pirolusit), SnO2  (kasiterit), TiO2
  (rutil), ZnO (zinkit)
Fosfat Ca3(PO4)2 (batu fosfat), Ca5(PO4)3OH (hidroksiapatit)
Silikat Be3Al2Si6O18  (beril), ZrSiO4  (sirkonit), NaAlSi3O8  (albit), Mg(Si4O10)
  (OH)2 (talk)
Sul da Ag2S (argentit), CdS (grenokit), Cu2S (kalkosit), FeS2  (pirit), HgS
  (sinabar), PbS (galena), ZnS (sfalerit)
Sulfat BaSO4  (barit), CaSO4  (anhidrit), PbSO4  (anglesit), SrSO4  (selestit),
  MgSO4.7H2O (epsomit)

Continue reading “Kimia Fun : Kimia Unsur”

Posted in Education, Uncategorized

Makalah Sejarah Wajib : ASEAN

 

ASEAN-LOGO

  1. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN

       Negara-negara  yang  termasuk  dalam  wilayah  Asia  Tenggara  adalah  Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei  Darussalam, Thailand, Vietnam, Kampuchea, dan  Laos.

       Letak  Asia  Tenggara  sangat  strategis. Kekayaan  alamnya  sangat  melimpah. Ini  membuat  bangsa  lain  menjadi  iri  dan  ingin  menguasainya. Buktinya, sejak  abad  ke-15  bangsa  Eropa  sudah  mengacak-acak  Asia  Tenggara. Spanyol, Portugis, Inggris, Prancis, Amerika  Serikat, dan  Belanda  ke  Asia  Tenggara  tidak  hanya  ingin  berdagang. Penjajahan  bangsa  Inggris  atas  Malaysia, Singapura, Myanmar, dan  Indonesia; Penjajahan  bangsa  Spanyol  dan  Amerika  Serikat  atas  Filipina; penjajahan  bangsa  Belanda  atas  indonesia; penjajahan  bangsa  Prancis  atas  laos, Kampuchea, dan  Vietnam; serta  penjajahan  bangsa  Portugis  atau  Timor-Timur  adalah  contoh  nyata  betapa  besar  keinginan  bangsa  Eropa  dan  Amerika  menguasai  Asia  Tenggara.

       Negara-negara  yang  dijajah  tersebut  akhirnya  dapat  melepaskan  diri  dari  penjajahan. Mereka  merasa  senasib  dan  memiliki  banyak  persamaan. Persamaan-persamaan  tersebut  menimbulkan  perasaan  setia kawan. Akhirnya, ada  lima  negara  di  wilayah  Asia  Tenggara  sepakat  untuk  membentuk  sebuah  organisasi. Kelima  negara  tersebut  adalah  Indonesia, malaysia, Thailand, Singapura, dan  Filipina.

Pada tanggal 8 Agustus 1967 kelima Negara tersebut mengadakan pertemuan di tepi Pantai Bangsaem, Bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut di hadiri oleh lima orang yang merupakan wakil dari lima Negara. Kelima orang tersebut sebagai berikut :

  1. Adam  Malik; Menteri  Presidium  Urusan  Politik/Menteri  Luar  Negeri  indonesia.
  2. Tun  Abdul  Razak; Wakil  Perdana  Menteri  Pembangunan  Malaysia.
  3. Thanat  khoman; Menteri  Luar  Negeri  Thailand.
  4. S. Rajaratnam; Menteri  Luar  Negeri  Singapura.
  5. Narciso  Ramos, Menteri  Luar  Negeri  Filipina.

Pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand dan melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok oleh Menteri Luar Negeri Filiphina, Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura, maka di bentuklah sebuah organisasi, yaitu ASEAN (Association of South East Asian Nation).

Untuk makalah lebih lengkapnya, dapat di unduh : Sejarah_ASEAN

 

Posted in Education, Uncategorized

Makalah Fisika : Alat-alat Optik (Pdf)

          Kemajuan teknologi telah membawa dampak yang positif bagi kehidupan manusia, berbagai peralatan elektronik diciptakan untuk dapat menggantikan berbagai fungsi organ atau menyelidiki fungsi dan penyimpangan pada organ tubuh manusia. Salah satunya adalah kamera. Kemajuan teknologi telah merevolusi berbagai alat elektronik dari ukuran besar menjadi ukuran yang sangat kecil. Teknologi ini dikenal dengan teknologi nano (teknologi nano adalah teknologi yang bergerak atau dibuat dalam scala nanometer).

 

Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya menggunakan benda optik, seperti: cermin, lensa, serat optik atau prisma. Prinsip kerja dari alat optik adalah dengan memanfaatkan prinsip pemantulan cahaya dan pembiasan cahaya. Pemantulan cahaya adalah peristiwa pengembalian arah rambat cahaya pada reflektor. Pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya karena cahaya melalui bidang batas antara dua zat bening yang berbeda kerapatannya.

Untuk lebih lanjut mengenai Alat-alat optik.

Adik-adik, teman-teman, dan para pembaca lainnya. Bisa nih download filenya disini.

Klik : Makalah Alat-alat Optik

 

Semoga bermanfaat ya. Dan jangan lupa komen-komen jika memang membantu ^^

Posted in Education, Uncategorized

Materi Kuliah Mekanika (II)

Untuk Bab 2 :

BAB 2

Gerak Vertikal ke Atas, Gerak Jatuh Bebas,

Gerak Melingkar dan Gerak Rotasi

 

Materi

  1. Gerak naik vertikal
  2. Gerak jatuh bebas
  3. Gerak melingkar kecepatan tetap
  4. Gerak rotasi

Tujuan

  1. Menjelaskan gerak naik vertikal
  2. Menghitung kecepatan pada gerak naik vertikal
  3. Menjelaskan gerak jatuh bebas
  4. Menghitung kecepatan pada gerak jatuh bebas
  5. Menjelaskan gerak melingkar dengan kecepatan tetap
  6. Menghitung kecepatan pada gerak melingkar
  7. Menjelaskan gerak rotasi
  8. Menghitung kecepatan pada gerak rotasi

Klik Link : Materi Mekanika – Gerak (Bab 2)

Posted in Education, Uncategorized

Materi Kuliah Mekanika

Ini dia, materi mekanika di semester 2  :

Bab 1

Kinematika Gerak

  1. Materi

Jarak posisi/perpindahan, kecepatan rata-rata, percepatan rata-rata, percepatan sesaat, hubungan jarak, kecepatan, percepatan dan waktu.

  1. Tujuan
  2. Menuliskan arti jarak
  3. Menuliskan arti perpindahan
  4. Membedakan jarak dengan perpindahan
  5. Menuliskan rumus perpindahan 2 dimensi dan 3 dimensi
  6. Menuliskan arti kecepatan rata-rata
  7. Menuliskan rumus kecepatan rata-rata
  8. Menuliskan arti kecepatan sesaat
  9. Menuliskan rumus kecepatan sesaat
  10. Menuliskan arti percepatan rata-rata
  11. Menuliskan rumus percepatan rata-rata
  12. Menuliskan arti percepatan sesaat
  13. Menuliskan rumus percepatan sesaat
  14. Menuliskan rumus hubungan jarak, kecepatan, percepatan dan waktu
  15. Menghitung posisi/perpindahan 2 dimensi dan 3 dimensi
  16. Menghitung kecepatan rata-rata
  17. Menghitung kecepatan sesaat
  18. Menghitung percepatan rata-rata
  19. Menghitung percepatan sesaat
  20. Menghitung waktu dengan menggunakan rumus hubungan jarak, kecepatan, percepatan dan waktu.

Klik Link :  Materi Mekanika – Kinematika Gerak