Posted in All Of Me, Uncategorized

Puisi Lirih Untukmu

Kutuliskan puisi ini untuk mengingatmu

Bahwa Sudah banyak musim

Sudah banyak tahun

Sudah banyak hal yang kau lalui

Tapi aku masih tetap disini

Ingin berkata kuingin kau bahagia

Tapi nyatanya kuingin kau disini

Terus berpikir untuk menghakhirinya

Terus teguh untuk melupakan

Namun nyatanya semakin membuatku bertahan

Terus memanipulasi rasa

Namun nyatanya rasa ini terus ada

Entah sampai kapan ingin kuingkari hati ini

Entah sampai kapan kuberpaku pada hal bodoh ini

Terlalu bodoh ku memandang dirimu saat ini

Melihat kau bahagia, tersenyum dan tertawa pada kasihmu

Seakan menusuk tulang cinta tak terbalas

terbias tak berbekas

manakala bibir tak dapat berucap

Cinta berhenti tak dapat berbalas

Masih tetap kugurau dirimu saat kita bertemu

Namun, tidakkah kau sadar dibalik gurauan ku menyimpan lirih

Bahkan kau tau, kita jarang bersapa temu

Namun, kenapa perasaan ini tetap menggebu

Hanya menghasilkan lelah hati

Bertahan menjaga cinta ini

Mencintaimu tanpa ada balasan

Sakit hatiku tak pernah kau hiraukan

Ego kah aku pada diriku sendiri

Ego kah aku karena tetap bertahan tanpa berkata sepatahpun

Ya, mungkin aku terlalu menyiksa diri

Bertahan. Namun, tak pernah mengungkapkan

Selalu menganggap mencintaimu dalam diam

Sebuah diam yang tak berujung

Hingga pada akhirnya kusadar

Kuhanya seorang pengecut yang berharap indah namun tak berulah

Continue reading “Puisi Lirih Untukmu”

Advertisements
Posted in All Of Me

Cuap-Cuap [V] – Sad :'(

Seberapa seringnya kata nasehat yang selalu ia utarakan pada kami, hal itulah yang paling kami rindukan. Hal itulah yang paling menggambarkan, sebagaimana sikap cuek dan dinginnya seorang Ayah pada anaknya, jauh tanpa kita sadari beliau sosok orang yang paling mengkhawatirkan kita, yang paling mengerti kita tanpa ia utarakan dengan seringnya.

Di balik sosok ibu yang luar biasa, sosok Ayah yang hebat tak mungkin sirna di hidupku. Ayah sosok orang yang paling bersahaja, sosok orang yang paling mengerti diriku.

Ayah selalu mengkhawatirkan anaknya dimanapun, kapanpun ia berada. Dibalik sosok ibu yang selalu mengingatkan kita untuk makan, ada Ayah yang selalu bertanya lebih dulu.

Ayah yang tak pernah mau anak gadisnya berteman dengan laki-laki pun memiliki alasan penting. Ia tak ingin anaknya terbuai dengan hirup pikuk duniawi. Pergaulan bebas yang tak senonoh.

Ayah…

Mungkin tak ada hal yang bisa kulakukan untuk membalas semua perhatian, kasih sayang, jasa dan juga rasa cinta yang kau miliki untukku.

Mungkin satu kata sayang tak bisa menggambarkan bagaimana rasa ini begitu besar pada Ayah. Namun, rasa gengsi yang begitu besar itu pula yang membuat anakmu ini enggan untuk mengungkapkannya.

Ayah…

Mungkin aku belum bisa menjadi anak gadis yang membanggakan, yang satu-satunya ayah miliki.

Maaf kan putrimu ini, yang terlalu banyak memiliki kekurangan dan banyak membuat ayah selalu marah. Membuat ayah selalu kecewa dan pusing.

Entah, apa yang terjadi pada hidupku jika ayah tak pernah hadir. Jika aku harus memilih, aku tak pernah ingin merasakan ditinggalkan atau pun meninggalkan. Karena aku tak sanggup, bahkan membayangkannya pun aku tak bisa, ayah.

Jika bisa dan Allah berkenan, aku ingin ayah yang membawa jasadku ketempat peristirahatan terakhirku.

Ayah…

Izinkan putrimu ini merasakan kebahagiaan dengan melihat senyummu yang memang aku yang menjadi alasannya. Izinkan putrimu ini membuat ayah dan ibu bahagia terlebih dahulu.

Teruntuk Ayahku tercinta..

Aku menyayangimu karena Allah~

Samarinda, 11 Februari 2017

Posted in All Of Me

Cuap-Cuap [II] : Cinta Itu Kamu…

Cinta bagaikan secangkir kopi tanpa gula. Apabila ia tidak diberi sentuhan gula maka pahitlah rasanya. Namun sebaliknya apabila ia diberikan sentuhan gula maka manislah rasanya.

Hidup tanpa cinta maka terasa hampa dan hambar. Bagaikan roda yang enggan untuk dikayuh, jantung seakan berhenti untuk berdenyut dan pikiranpun tak kunjung berarah.

-Berkah Khair-

Sampai saat ini pun aku masih bertanya-tanya apa arti cinta sebenarnya. Aku tak pernah mengaggap cinta itu salah. Namun satu hal yang tak pernah ku inginkan dari cinta. Cinta hanya bisa membuat orang-orang bersedih. Jika cinta itu membahagiakan, bisakah cinta melakukan hal itu untuk selamanya?

Bisakah cinta selalu membahagiakan orang-orang bukan hanya di awal-awal saja. Namun, seterusnya? Saat sepasang kekasih mantap untuk menjalin hubungan, bisakah keduanya saling berbahagia untuk seterusnya tanpa saling menyakiti? Bisakah mereka berdua memegang janji yang telah mereka buat sendiri?

Seseorang akan bahagia dan tak merasakan sakit, jika mereka sendiri tidak saling menyakiti. Namun, apa itu juga bisa menjadi jaminan?

Kehidupan tak selamanya indah, hidup yang sebenarnya jika kita sudah merasakan apa itu bahagia, kesedihan, menangis, tertawa, marah, benci, sayang, dan sebagainya. Seseorang yang terlahir di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula hidup ini.

Mungkin hari ini kita bisa merasakan kebahagiaan, namun besok?

Kebahagiaan bukanlah hal yang kekal, kebahagiaan hanya datang saat kita bisa mengukir kebahagiaan itu sendiri.

Saat pertalian hati mulai terajut, maka kita pun juga harus bersiap akan menyisi hari dengan berbalut aneka rasa : tawa, tangis, gelish, rindu dan sebagainya. Dan berbagai rasa itu tak menuai apa-apa.

Saat pertalian harus putus di tengah perjalanannya, rasa yang tertinggal cuma pedih belaka. Bahagia hanya jadi satu kata yang dengan megah terapung dalam barisan awan yang memutih dan berdiri dengan pongahnya di kaki-kaki langit sana.

Jika memang benar cinta sesederhana seperti yang aku yakini, mestinya setiap manusia bisa mengunyah dan menelannya dalam-dalam. karena aku percaya, setiap manusia di karuniai ‘rasa’ yang hidup bersama kemegahannya.

“Aku adalah kunang-kunang.

Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang.

Dan jadilah kau senja. Karena gelap kau ada, karena gelap kau indah.

Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja.

Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi.

-Moammar Emka

Jika memang cinta adalah harapan, aku hanya bisa berucap sederhana…

“Adalah cinta yang menyinari aku.

Adalah asa yang berjalan bersamaku.

Adalah engkau yang datang bersama mereka untuk aku.

-Moammar Emka

Semestinya cinta tidak butuh apa-apa

biarkan saja ia mengalir tanpa syarat ini dan itu

tanpa harus ini dan itu…

Kepada Hatimu yang Nantinya Bukan Untukku

Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan, mungkin aku harus berhenti. Namun, kau bukanlah sebuah sesal bagiku. Kau telah berhasil menjadi bahagia yang hadir di satu cerita hidupku yang indah. Di satu titik cerita itu ada dirimu yang berada di sisiku, melukis kebahagiaan yang tak ingin ku lewatkan.

Detik, menit, jam, dan hari terus kita lewati bersama. Bersama dalam satu hubungan yang kita tahu akan berakhir. Jika kau tanya perasaan apa yang kurasakan.  Sakit. Itulah yang ku rasakan dari awal hingga hari ini. Menjadi sosok orang yang pernah bahagia bersamamu sudah cukup membuatku bahagia.

Kita adalah dua manusia biasa yang minim kuasa. Apalagi, jika urusannya soal perasaan dan cinta. Setelah sebuah pertemuan yang tak disangka-sangka, aku pun tak pernah dengan sengaja mengijinkan diriku jatuh cinta. Ah, jatuh cinta itu seperti mendapat keberuntungan – kamu menang hadiah tanpa harus repot-repot mengirim undian.

Kadang otakku tak berhenti memutar berbagai kemungkinan. Aku bertanya sejauh mana kita sanggup bertahan. Aku seperti pasien kanker yang berburu dengan waktu. Sadar diri atas keadaan, sungguh –kapanpun aku siap kehilangan.

Bukan semata-mata soal keyakinan kita yang beda, perkara cinta itu sendiri pun masih terlalu abstrak untuk diterima. Cinta bisa menawarkan dua hal yang berlawanan secara bersamaan; memanjakan dengan harapan, tapi menyiksa dengan kecemasan.

Seperti katamu, diriku terlalu drama. Hingga sampai saat ini pun aku berpikir hanya dirikulah yang merasa seperti ini. Dan seperti yang kau tahu, seorang perempuan begitu rapuh.

Entah kenapa, perempuan sepertinya terlalu ringan meneteskan air mata. Aku terlalu rapuh. Begitu mudah diombang-ambingkan perasaan, tak bisa dengan tangguh mengandalkan logika.

Untuk dirimu yang suatu saat nanti bukan untukku lagi. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik dan kebahagiaan untuk yang menjadi satu orang yang berarti di kehidupan cinta pertamaku 🙂