Posted in All Of Me

Cuap-Cuap [III] – Yang Kutakutkan…

Samarinda, 27 Januari 2017

Hari yang begitu panjang…

Saat aku benar-benar merindukannya namun aku pun tak mampu untuk sekedar mengungkapkan padanya.

Untuk sekedar mengirim pesan pun rasanya sangat berbeda lagi, entah ini hanya perasaanku atau bagaimana. Dia mulai menjauh. Yah, mungkin dia lelah menjalani ini semua. Menghadapi orang sepertiku yang memang tak pernah masuk dalam tipikal seseorang yang ia sukai.

Tahu hal apa yang paling ku takutkan saat-saat seperti ini?

large

Bukan sesosok makhluk halus yang membuat bulu kuduk merinding. Tapi, yang kutakutkan adalah saat tak ada lagi yang bisa mengerti diriku. Aku terlalu takut semua orang meninggalkanku. Orang-orang yang kusayang.

Aku takut kehilangannya saat perasaan sayang ini semakin besar padanya. Aku tahu, sejak awal perasaan ini benar-benar salah, karena aku tahu, bahkan kami sama-sama tahu. Kami tak mungkin meneruskan hubungan ini karena hal sakral yang memang sudah berada diluar kemampuan kami.

Dan, semakin hari hal-hal yang tak diinginkan terus terjadi. Dia semakin jauh, disaat yang bersamaan aku juga harus merasakan sedih yang terdalam saat melihat orang yang paling aku sayangi harus menahan setiap rasa sakit yang ia rasakan.

Aku ingin dirinya menjadi penyemangatku. Namun, tanpa sepengetahuannya, ia mampu menjadi boomerang yang melukai hati ini. Bukankah sangat ironis bahwa orang yang membuatmu benar-benar merasa senang adalah orang yang sama  yang membuatmu merasa sedih dan kesepian. Aku tak ingin meminta lebih padanya, karena aku pun tak bisa memberikan hal yang indah di hari-hari yang telah kami lewati.

Terlalu banyak kecanggungan yang kami lewati. Mungkin karena ini pertama bagiku. Aku tak begitu mengerti apa yang harus kulakukan agar semua berjalan baik. Aku tak ingin kecewa apalagi mengecewakan orang lain.

Namun, aku tahu sudah terlalu banyak kekecewaan yang ia rasakan karena lebih memilihku saat itu. Apa ia menyesal?

Mungkin saja jawabannya iya. Dan jika suatu saat nanti ia benar-benar merasakan penyesalan itu. Aku hanya bisa mengucap maaf sedalam-dalamnya karena telah hadir di hidupnya dan menjadi perusak akan rencana awal yang telah ia buat.

Salahkan egoku yang memaksakan perasaan ini padanya. Salahkan perasaanku yang semakin hari semakin dalam padanya. Namun, jangan pernah membuatku mengubur perasaan ini, karena itu diluar kemampuanku.

Jika melupakan sama mudahnya dengan mencintai, maka tak ada orang yang benar-benar setia di dunia ini. Cinta bisa datang begitu mudahnya, bahkan dalam hitungan detikpun cinta bisa menghampirimu. Namun, melupakan bertolak belakang akan itu semua. Melupakan adalah pekerjaan paling sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Karena itu, jangan pernah memaksaku untuk mengubur ataupun melupakan perasaan ini. Aku tak ingin terjebak dalam perasaan semu yang kuciptakan dahulu. Yang ku tahu, aku benar-benar menyayanginya. 😥

Aku hanya tak sanggup membayangkan, hari itu akan datang sebentar lagi. Saat kami benar-benar harus mengakhiri semuanya.

Salah satu bagian tersulit dalam hidup ini

adalah memutuskan untuk berjalan sendiri

atau terus berusaha meski kita merasa kesepian

didalam sebuah hubungan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s