Posted in All Of Me

Cuap-Cuap [II] : Cinta Itu Kamu…

Cinta bagaikan secangkir kopi tanpa gula. Apabila ia tidak diberi sentuhan gula maka pahitlah rasanya. Namun sebaliknya apabila ia diberikan sentuhan gula maka manislah rasanya.

Hidup tanpa cinta maka terasa hampa dan hambar. Bagaikan roda yang enggan untuk dikayuh, jantung seakan berhenti untuk berdenyut dan pikiranpun tak kunjung berarah.

-Berkah Khair-

Sampai saat ini pun aku masih bertanya-tanya apa arti cinta sebenarnya. Aku tak pernah mengaggap cinta itu salah. Namun satu hal yang tak pernah ku inginkan dari cinta. Cinta hanya bisa membuat orang-orang bersedih. Jika cinta itu membahagiakan, bisakah cinta melakukan hal itu untuk selamanya?

Bisakah cinta selalu membahagiakan orang-orang bukan hanya di awal-awal saja. Namun, seterusnya? Saat sepasang kekasih mantap untuk menjalin hubungan, bisakah keduanya saling berbahagia untuk seterusnya tanpa saling menyakiti? Bisakah mereka berdua memegang janji yang telah mereka buat sendiri?

Seseorang akan bahagia dan tak merasakan sakit, jika mereka sendiri tidak saling menyakiti. Namun, apa itu juga bisa menjadi jaminan?

Kehidupan tak selamanya indah, hidup yang sebenarnya jika kita sudah merasakan apa itu bahagia, kesedihan, menangis, tertawa, marah, benci, sayang, dan sebagainya. Seseorang yang terlahir di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula hidup ini.

Mungkin hari ini kita bisa merasakan kebahagiaan, namun besok?

Kebahagiaan bukanlah hal yang kekal, kebahagiaan hanya datang saat kita bisa mengukir kebahagiaan itu sendiri.

Saat pertalian hati mulai terajut, maka kita pun juga harus bersiap akan menyisi hari dengan berbalut aneka rasa : tawa, tangis, gelish, rindu dan sebagainya. Dan berbagai rasa itu tak menuai apa-apa.

Saat pertalian harus putus di tengah perjalanannya, rasa yang tertinggal cuma pedih belaka. Bahagia hanya jadi satu kata yang dengan megah terapung dalam barisan awan yang memutih dan berdiri dengan pongahnya di kaki-kaki langit sana.

Jika memang benar cinta sesederhana seperti yang aku yakini, mestinya setiap manusia bisa mengunyah dan menelannya dalam-dalam. karena aku percaya, setiap manusia di karuniai ‘rasa’ yang hidup bersama kemegahannya.

“Aku adalah kunang-kunang.

Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang.

Dan jadilah kau senja. Karena gelap kau ada, karena gelap kau indah.

Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja.

Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi.

-Moammar Emka

Jika memang cinta adalah harapan, aku hanya bisa berucap sederhana…

“Adalah cinta yang menyinari aku.

Adalah asa yang berjalan bersamaku.

Adalah engkau yang datang bersama mereka untuk aku.

-Moammar Emka

Semestinya cinta tidak butuh apa-apa

biarkan saja ia mengalir tanpa syarat ini dan itu

tanpa harus ini dan itu…

Kepada Hatimu yang Nantinya Bukan Untukku

Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan, mungkin aku harus berhenti. Namun, kau bukanlah sebuah sesal bagiku. Kau telah berhasil menjadi bahagia yang hadir di satu cerita hidupku yang indah. Di satu titik cerita itu ada dirimu yang berada di sisiku, melukis kebahagiaan yang tak ingin ku lewatkan.

Detik, menit, jam, dan hari terus kita lewati bersama. Bersama dalam satu hubungan yang kita tahu akan berakhir. Jika kau tanya perasaan apa yang kurasakan.  Sakit. Itulah yang ku rasakan dari awal hingga hari ini. Menjadi sosok orang yang pernah bahagia bersamamu sudah cukup membuatku bahagia.

Kita adalah dua manusia biasa yang minim kuasa. Apalagi, jika urusannya soal perasaan dan cinta. Setelah sebuah pertemuan yang tak disangka-sangka, aku pun tak pernah dengan sengaja mengijinkan diriku jatuh cinta. Ah, jatuh cinta itu seperti mendapat keberuntungan – kamu menang hadiah tanpa harus repot-repot mengirim undian.

Kadang otakku tak berhenti memutar berbagai kemungkinan. Aku bertanya sejauh mana kita sanggup bertahan. Aku seperti pasien kanker yang berburu dengan waktu. Sadar diri atas keadaan, sungguh –kapanpun aku siap kehilangan.

Bukan semata-mata soal keyakinan kita yang beda, perkara cinta itu sendiri pun masih terlalu abstrak untuk diterima. Cinta bisa menawarkan dua hal yang berlawanan secara bersamaan; memanjakan dengan harapan, tapi menyiksa dengan kecemasan.

Seperti katamu, diriku terlalu drama. Hingga sampai saat ini pun aku berpikir hanya dirikulah yang merasa seperti ini. Dan seperti yang kau tahu, seorang perempuan begitu rapuh.

Entah kenapa, perempuan sepertinya terlalu ringan meneteskan air mata. Aku terlalu rapuh. Begitu mudah diombang-ambingkan perasaan, tak bisa dengan tangguh mengandalkan logika.

Untuk dirimu yang suatu saat nanti bukan untukku lagi. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik dan kebahagiaan untuk yang menjadi satu orang yang berarti di kehidupan cinta pertamaku 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s